Searching...
Tuesday, April 22, 2014

Cara Menghilangkan Kebiasaan Onani Atau Ngocok

5:43 AM
Tidak bisa di pungkiri lagi hampir semua pria di berbagai penjuru alam PERNAH kalau bukan MASIH melakukan yang namanya onani atau ngocok.

Ngocok adalah strategipelampiasan hawa nafsu yang bergejolak di dalam dirimu.

Namun sayang, strategi tersebut cenderung membuatmu menjadi pribadi yang desperado, kesepian yang dikutuk untuk mengakui bahwa dirimu tidak mampu memenuhi seks yang sesungguhnya

Setiap kali kamu melihat foto wanita- wanita hot, setiap kali kamu menonton video-video porno, kamu ngarep ingin merasakan seks itu.

Itu sebabnya kamu jadi blangsatan tidak sabar mengambil sabun lalu menyetrikakanya di batang tuyulmu yang serba ironis itu

Dan yang menyedihkan lagi, setelah semua permainan onani di wc dapur selesai, kamu tiba-tiba merasa menyesal, kamu tiba-tiba merasa diri kamu tidak berharga karena untuk memenuhi kebutuhan seks sesungguhnya saja kamu tidak mampu melakukanya dengan wanita sungguhan

Kamu mendadak sadar betapa bodohnya dirimu membuang buang sperma yang berserakan di lantai bak mi gelas yang baru tumpah di meja.

Kini kamu semakin yakin bahwa dirimu memang tidak akan mampu menikmati seks dengan wanita- wanita cantik di luar sana

Wahai para Ngocokers!!

Sampai puluhan kalipun kamu onani, tetap tidak akan menemukan titik kepuasan sesungguhnya disana

Kenapa?

Menurut kamu kenapa?

Jauh di dalam hati kamu tahu jawabanya, jarang sekali kamu mengakses sisi pemikiran kritis itu.

Permainan onani tidak akan membuatmu merasa bangga karena kamu melakukanya SENDIRIAN!

Seks seharusnya dilakukan oleh dua orang, pria-wanita saling memberi kenikmatan satu sama lain, ketika sensasi klimaks memecah, semua hawa nafsumu akan hilang serentak bagai asap di terpa angin, di detik gejolak nafsumu hilang, saat itulah pasanganmu menjadi bukti rasa sayang yang sesungguhnya tanpa ada dorongan nafsu birahi yang sebelumnya menyangkut di dada kamu

Kalau kamu ragu, silahkan pergi ke wc atau rerumputan di samping teras rumahmu, ambil segenggam sabun lalu buka majalah porno atau tonton film seks, buat gairah setanmu berkobar-kobar.

Setelah itu otakmu akan terbang ke lembah nirwana seolah-olah masuk ke dalam film porno tersebut dan kamu seperti menjadi pria yang menikmati adonan mistik goyangan ala tante nakal yang di mainkan wanita seksi pada pria yang kamu lihat di layar ponsel pribadimu itu.

Saat klimaks sperma kamu mulai bertaburan mengudara di langit- langit, kamu serentak tersadar.

Ayo coba jujur dengan saya apa yang kamu rasakan saat itu ?

KEKECEWAAN!

Benar sekali, kekecewaan yang akan kamu rasakan setelah itu.

Orang yang sudah mampu membuat spermamu berterbangan TIDAK ADA DI DEPANMU!

Itulah yang membuatmu merasa menyesal sudah membuang bibit- bibit super hero yang seharusnya kamu tanamkan di dalam perut lawan jenismu

Lihat betapa kamu membenci ponsel yang masih membunyikan suara wanita tersedu-sedu bak sedang menikmati ikan bakar dengan sayur khas manado yang lupa kamu matikan setelah klimaks bertubi-tubi tadi.

Kini, suara-suara yang tadinya memompa adrenalin nafsumu bahkan tidak sanggup membuatmu jadi bergairah.

Kini, foto-foto yang tadinya membuat bulu kudukmu berdiri tegak merangsang setiap kelenjer otakmu, bahkan tidak mampu membuatmu memalingkan pandangamu ke dapur tempat sabun mandimu bergeletak

Kini, video-video panas yang membakar hampir semua celana dalam pria di permukaan bumi ini, bahkan tidak bisa memaksamu agar memuntahkan sperma berharga yang masih tersisa sedikit di pojokan isi batang tuyulmu.

Nafsumu sudah pecah dan mengalami trauma untuk beberapa menit setelah kamu mengalami klimaks dan butuh beberapa saat kemudian untuk bisa berproduksi kembali.

Dari kajian ringan di atas, kamu mungkin sudah mulai bisa menarik benang merah dari apa yang saya paparkan.

Saya tidak akan menjelaskan hal-hal negatif akibat onani, atau menggurui anda bak seorang pengkotbah rohani yang mencoba menunjukan jalan lurus buat kamu yang sedang dalam kesesatan.

Tidak sobat, kamu tidak tersesat dengan kebiasaan ngocok, itu adalah hal yang wajar sering di alami hampir semua pria di dunia.

Jadi saran kotbah maupun dampak negatif tidak akan membantu banyak dalam menghindari kebiasaanmu menggosok-gosok tuyul.

So.. Hentikanlah kebiasan ngocok itu..

0 comments: