Searching...
Monday, April 21, 2014

Cerita Jika Suamimu Seorang Remote Graphic Designer

6:43 AM
Halo gan... lama gak nge-post dimari | mau share cerita tentang kehidupan seorang Remote Graphic Designer atau bahasa Indonesianya Designer Grafis yang kerjanya dari rumah.

[img]https://d262ilb51hltx0.cloudfront.net/fit/t/2000/1600/gradv/29/81/55/1*fuvnFmjM4kSgjt57LCb03Q.jpeg[/img]

Saat kau bertanya dimana kantorku, aku akan menyebutkan suatu tempat yang mungkin belum pernah aku kunjungi. ya� aku adalah seorang karyawan dan memiliki kantor. tapi kantorku nun jauh disana.

Oh.. tidak tidak� kita tidak perlu pindah kesana, bahkan kita bisa memilih tempat tinggal kita akan dimana, selama itu ada Listrik, Komputer dan Internet. karena ketiga hal itu yang aku butuhkan untuk bekerja.

Aku bisa bekerja dimana saja, cukup dengan menyalakan komputer atau membuka Laptop, mengerjakannya dan mengirimnya lewat Internet. se-simple itu pekerjaanku.

Pekerjaanku berkaitan dengan hal yang menyenangkan (bagiku). membuat design untuk tampilan website dan tampilan aplikasi/program.

keseharianku selalu bergulat dengan pixel pixel. membuat suatu tampilan dan berharap orang orang berkata �Wah�� setelah melihatnya. dan merasa nyaman saat menggunakannya.

Tapi ada beberapa hal yang harus kau maklumi, diantaranya adalah saat tetangga kita bertanya padamu, apakah aku ini menganggur.. karena setiap hari selalu berada dirumah mengenakan kaos oblong. Jika kau menemui hal tersebut, cukuplah tersenyum dan ceritakan ke mereka mengenai pekerjaanku.

Jika penjelasanmu belum cukup memuaskan mereka, tersenyumlah kembali. dan biarkan mereka dengan segala pemahaman mereka.

Aku juga mohon pengertianmu jika saat kita meluangkan waktu diluar, aku selalu membawa laptopku. karena aku harus selalu siap jika kantorku yang berada nun jauh disana membutuhkan aku untuk mengerjakan sesuatu.

Tapi percayalah.. saat kita meluangkan waktu di luar aku selalu berdoa agar tidak ada pekerjaan mendadak untukku. agar aku tidak membuat senyummu hilang saat aku menekan tombol power laptopku.

Aku juga memohon pengertianmu, jika saat malam hari. waktu dimana pasangan normal meluangkan waktu untuk melihat acara TV atau bercanda bersama. sedangkan aku meluangkan waktu denganmu sambil sesekali memeriksa emailku.

Perbedaan waktu antara kita disini dan kantorku disana adalah 12 jam, malam hari disini berarti siang hari disana. dan itu artinya mereka sedang memeriksa pekerjaanku dan sedang menyiapkan pekerjaan yang akan diberikan untukku. jadi aku harus selalu siap jika pekerjaan yang diberikan itu berada di level top priority.

Tapi sekali lagi percayalah� aku selalu berdoa agar pekerjaan yang aku terima saat malam hari tidak berada pada level tersebut, sehingga aku bisa meluangkan malam bersamamu dan mengerjakan pekerjaanku sehabis subuh setelah kita bersama sama mencurahkan isi hati kita kepada-Nya.

Jika panggilan sarapanmu tidak membuatku bergeming dari meja kerjaku� jangan marah atau menggerutu. Jujur� aku sangat ingin segera menikmati masakanmu. tapi aku juga harus menjaga konsentrasiku agar ide segar yang telah aku dapatkan ini tidak hilang.

Mungkin setiap hari kau akan mendapatiku berkaos oblong dan mengenakan sarung, aku harap engkau tidak bosan ataupun jengah melihatku berpenampilan seperti itu. itu adalah pakaian kerja paling nyaman yang bisa aku gunakan untuk memperlancar pekerjaanku.

Tak jarang kau akan menemuiku dalam kondisi tengah asyik di depan komputer sambil memainkan mouse. dan sekali lagi mohon maaf jika obrolanmu tidak aku tanggapi untuk alasan menjaga konsentrasi.

Tapi percayalah (lagi)� Laki laki ini sangat ingin selalu berada di dekatmu. Laki laki ini ingin selalu meluangkan waktu bersamamu.

Deretan pixel di sebuah design tentu tak akan bisa menggantikan tawa dan senyum yang terlukis indah di wajahmu.

Laki laki ini bertingkah seperti ini karena ia sangat takut� takut menghadirkan neraka di kehidupanmu. Karena ia telah berjanji kepada orang tuamu dan kepada dirinya sendiri untuk selalu membahagiakanmu.

Karena sejak Ijab Qabul diucapkan, laki laki ini sadar bahwa segala kewajiban ayahmu terhadapmu, telah diambil oleh laki laki yang sedang menatap layar komputer ini.

Terima kasih dan mohon maaf, untuk segala pengertianmu untukku. | aku bersyukur engkau memilihku, dan aku akan selalu berusaha menjadi suami yang mengantarkanmu pada impian impian kita. termasuk memastikanmu untuk menemui kekasih kita tanpa tersentuh api neraka.

Oh iya� maaf aku lupa mengucapkan terima kasih.. | Terima kasih telah menata meja kerjaku. walaupun kesannya terlalu imut. Tapi aku menyukainya�

Dwinawan Hariwijaya (2014)

0 comments: