Searching...
Monday, April 21, 2014

Hidup bagai naik motor

10:25 AM
Pagi ini, sambil menikmati panasnya kopi dengan berlatarbelakang indahnya Gunung Pangrango di teras villa, lama kupandangi motor bututku di halaman. Lama tertegun menatap sahabat setiaku dalam menyisiri jalanan di Area Puncak yang sama sekali tidak pernah mengeluh (Cuma sering mogok aja). Dalam pikiran yang melayang entah kemana, tiba-tiba kutersandar pada suatu pemikiran, HIDUP itu Seperti Kita Mengendarai Motor Roda Dua.

Tubuh dapat kita gambarkan sebagai Jiwa Kita dan Perjalanan hidup, dapat kita gambarkan sebagai asal serta tujuan kita mengendarai motor kita. Semisal, Dari lokasi A menuju lokasi B. Seberapa jauh tujuan kita, dapat menggambarkan Umur atau Tujuan Hidup. Kadang kita tidak pernah sampai ke lokasi tujuan karena ada halangan di jalan, yang dikatakan sebagai umur. Sehingga kita harus sangatlah berhati-hati dalam mengendarai motor, dimana juga banyak rambu-rambu serta aturan lalu-lintas yang menggambarkan Hukum serta Norma.

Pada saat kita melaju, kadang kita berhenti dipersimpangan, sebagai penggambaran kita tidur atau beristirahat untuk kemudian melanjutkan perjalanan kita kembali. Kadang kita melaju kencang, kadang kita menemui kondisi macet oleh kendaraan-kendaraan lain di sekitar perjalanan kita (hidup orang lain). Sebisa mungkin kita tidak bersinggungan dengan kendaraan-kendaraan lain yang juga melaju seperti hidup kita sendiri.

Pada saat kita sedang melaju, kita yang memastikan seberapa kencang kita akan berjalan. Apakah kencang, atau berjalan pelan. Kadang-kala kita harus mengerem apabila kita menemui sesuatu hal. Berjalan Lurus, belok kiri, belok kanan ataupun balik arah merupakan penggambaran proses perjalanan hidup. Kadang terjal, kadang menurun, apabila kita salah jalan, kita dapat berbalik arah menuju jalan yang benar, dan apakah semudah itu ?.

Bahan bakar dapat dikatakan sebagai uang ataupun ilmu pengetahuan yang kita miliki. Tanpa uang atau ilmu pengetahuan, cukup sulit kita akan dapat mencapai tujuan hidup kita. Oli, minyak rem dan lainnya merupakan kesehatan serta stamina kita, yang secara berkala harus kita pastikan kondisinya. Lampu, sign lamp, brake lamp merupakan tuntunan serta keyakinan yang kita pegang sebagai panduan kita dalam menjalankan hidup.

Sebelum menjalankan kendaraan, kita harus memastikan seluruh elemen kendaraan yang merupakan elemen hidup kita itu berfungsi dengan baik, tentu saja dengan komponen kendaraan yang baik. Roda motor ada dua buah, dengan posisi di depan dan di belakang, dan kita mengendarainya di tengah. Roda belakang, dapat kita gambarkan sebagai masa lalu kita, dan roda depan sebagai masa depan kita. Kita duduk ditengah menggambarkan kondisi masa kini.Andaikan kita dapat mengganti roda hidup kita semudah mengganti ban (he he he he)

Dan berkaitan dengan NASIB, kemarin sore, motorku dilewati dengan mudah oleh Sebuah Motor Harley Davidson yang sangat Indah bentuknya. Hal itu pun menggambakan kondisi Nasibku saat ini, Oh motor bututku yang setia. (istalastu)

0 comments: