Searching...
Wednesday, April 16, 2014

Ini Gan Kelakuan- kelakuan Caleg yang gagal Pileg kemaren...

11:05 AM
Pemilihan umum telah selesai digelar beberapa waktu lalu. Meskipun belum ada keputusan final dari KPU, namun dari beberapa hasil Quick Count sudah bisa diketahui siapa saja para caleg yang lolos atau gagal sebagai wakil rakyat. Akibat kegagalan pileg banyak dari mereka yang berkelakuan aneh pasca mengetahui hasil pemungutan suara. Misalnya pada Pileg 2009 lalu, dari Kementerian Kesehatan mencatat ada 7.736 caleg gila di seluruh Indonesia. Rincianya, caleg gila untuk DPR RI ada 49 orang, DPRD provinsi 496 orang, DPD 4 orang dan DPRD kabupaten dan kota 6.827 orang. Namun, jumlah itu bisa jadi meningkat usai pileg 2014 kali ini. Terbukti ada beberapa cerita sejumlah caleg gagal kemudian berbuat 'gila' dan berkelakuan aneh di beberapa daerah. Inilah 5 kelakuan aneh para caleg gagal seperti dikutip cari merdeka.com :

  1. Caleg Hanura tarik bantuan untuk Mushola

Aksi aneh lainya adalah aksi caleg Partai Hanura, Haji Miftahul Huda. Dia menarik kembali bantuannya untuk musala di RT 2 RW 2, Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur. Seperti diberitakan Antara, caleg ini berang begitu tahu di kampung itu dia cuma dipilih 29 orang. Miftahul kecewa karena perolehan suaranya pada Pemilu Legislatif 9 April lalu. Hasilnya sebanyak 2.000 batu bata, 10 sak semen dan satu truk pasir yang diberikan Miftahul Huda untuk pembangunan mushola melalui salah satu tim suksesnya diminta kembali.

  1. Caleg wanita Gerindra di Solo cakar rekan partai

Dua pengurus Partai Gerindra Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Solo, Jawa Tengah, terlibat pertengkaran hebat. Cekcok sesama pengurus partai tersebut melibatkan Wakil Ketua DPC Nanang Sapto Nugroho dan Kurnia Sari, sekretaris partai. Informasi yang dihimpun di kantor DPC Gerindra Solo, Sabtu (12/4), menyebutkan Kurnia yang juga calon legislatif (caleg) Dapil Laweyan tersebut datang ke kantor DPC di wilayah Pasar Kembang sekitar pukul 22.00 WIB. Sementara di lantai dua masih ada rapat antara Nanang dan anggotanya. Pertengkaran berlangsung 15 menit dan caleg ini berhenti setelah dilerai suami dan anggota keluarganya. Hal ini dipicu karena Kurnia menanyakan hasil surat mandat untuk saksi-saksi. Pada saat kejadian Kurnia datang dengan status kegagalan menjadi caleg.

  1. Caleg gagal dari Golkar blokir jalan desa

Kelakuan gila lainya dilakukan oleh caleg gagal di Kabupaten Klungkung, Bali, yang gagal meraih dukungan mayoritas masyarakat. Dia memblokade akses jalan warga di sekitar rumahnya di Nusa Penida. Hal itu dilakukan I Ketut Rai, caleg Partai Golkar nomor urut 5, kepada warga di sekitar tempat tinggalnya di Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Akibat aksi itu, warga kesulitan melakukan kegiatan di luar rumah. Penutupan jalan itu dilakukan dengan memasang batako di tiga tempat berbeda di sekitar rumah Ketut Rai. Sorang pria saksi mata mengatakan kepada Antara, "Dia kecewa karena tidak mendapatkan suara yang diinginkan dan merasa tidak didukung oleh masyarakat desa ini. Kepala Desa pun menyayangkan aksinya, beliau mengatakan, "Kami berharap permasalahan ini cepat terselesaikan dengan baik agar warga dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala."

  1. Caleg PKS rebut paksa kotak suara di TPS

Aksi gila caleg PKS ini terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Dia kecewa dan marah karena perolehan suaranya minim. Nama caleg ini Muhammad Taufiq. Dia ditemani sahabatnya yang bernama Asmad, tiba-tiba keluar dari rumah dan mendatangi TPS 2 Dusun Cekocek, Desa Bierem, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Ketika itu, petugas baru saja merampungkan penghitungan suara. Rabu 9 April kemarin, Taufiq dan Asmad langsung mengambil paksa sebuah kotak suara tanpa permisi dulu di tempat pemungutan suara (TPS) tersebut.

  1. Caleg gagal di Ambon demo keliling desa

Aksi aneh caleg gagal lainnya ada di Maluku. Seorang calon anggota legislatif bersama sejumlah pendukungnya melakukan aksi demonstrasi ke beberapa desa di Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku. Baim Wael, seorang saksi mata mengatakan seperti yang dikutip dari Antara, Jumat, (11/4), "Caleg asal salah satu parpol terbesar berinisial BB itu melakukan aksi demo bersama sejumlah pendukungnya di dataran Waeapo karena merasa tidak puas dengan perolehan suara pileg kemarin." Demo dilakukan dengan cara berorasi sambil mengelilingi beberapa lokasi permukiman penduduk di unit 17 dan 18 serta beberapa desa lainnya di dataran Waeapo. Caleg berinisial BB ini merupakan putera Hinolong Baman, seorang warga Buru yang selama ini dikenal menjual karcis masuk ilegal ke lokasi penambangan emas di Gunung Botak dan sekitarnya. Sayangnya warga di dapil tersebut tidak memberikan dukungan suara.



Aduh Gan emang sangat disayangkan hal- hal seperti ini.
Hal ini menandakan bahwa si Caleg- caleg tsb masih kurang dewasa

Untung mereka gak kepilih gan, coba kalo kepilih pasti dalam menanggapi masalah- masalah nantinya bakal kaya bocah juga.


Coment gan!!! jangan jadi silent rider.

0 comments: