Searching...
Saturday, April 26, 2014

MAKNA KEHIDUPAN

10:13 PM




Makna Sejatinya Hidup


Seorang profesor berdiri di depan kelas filsafat yang diajarnya dan dalam keheningan ia mengambil sebuah bejana kosong yang sangat besar, dan mulai mengisinya dengan bola-bola golf. Kemudian ia bertanya kepada murind-muridnya apakah bejana itu akan penuh. Mereka berkata ya. Kemudian sang profesor memungut sekotak kelereng, dan menuangkannya ke dalam bejana itu. Ia menggoyang-goyangkan bejana itu perlahan-lahan. Dan kelereng-kelereng itu pun menyelusup di antara bola-bola golf. Kemudian ia bertanya lagi kepada murind-muridnya, apakah bejana itu akan penuh. Mereka berkata ya.

Kemudian si profesor mengambil lagi sekotak pasir dan menuangkannya ke dalam bejana. Tentu saja, pasir itu langsung masuk ke antara bola dan kelereng. Kemudian ia bertanya lagi, apakah bejana itu akan penuh. Para murid kembali menjawab, ya. Kemudian sang profesor mengeluarkan dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam bejana. Kopi itu pun mengisi ruang di dalam bejana. Murind-murid tertawa.

�Sekarang,� kata si profesor, �Saya ingin supaya kalian mengetahui, bahwa bejana ini menggambarkan kehidupan kita. Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting, keluargamu, anak-anakmu, imanmu, kesehatanmu, teman-temanmu, panggilanmuu dan antusiasme-mu. Semuanya itu akan membuat hidupmu menjadi penuh, meskipun tidak ada hal-hal yang lain. Kelereng-kelereng menggambarkan hal-hal lain, pekerjaanmu, rumahmu, mobilmu. Pasir adalah hal-hal yang lain lagi. Itu adalah barang yang kecil, tetapi jika kamu mengisinya di awal, maka tidak akan ada ruang untuk kelereng atau untuk bola-bola golf.

Begitu juga di dalam hidupmu, jika kamu menghabiskan waktu dan energimu untuk hal-hal yang sepele atau sifatnya remeh, maka kamu tidak akan punya ruang untuk hal-hal yang penting. Taruhlah perhatianmu kepada hal-hal yang paling penting bagi damai sejahteramu. Bermainlah dengan anak-anakmu, lakukanlah medical checkup. Pergilah keluar dengan pasanganmu, luangkanlah waktu sendirian dengan Tuhan, pergilah piknik, sebab selalu ada waktu untuk membersihkan rumah dan mencuci mobil. Isilah bejanamu dengan bola-bola golf terlebih dahulu, yaitu hal-hal yang sangat penting. Buatlah prioritas, sisanya hanya pasir, dan jika kamu membangun rumahmu di atas pasir, maka risikonya akan terlalu besar.

Salah seorang murid mengangkat tangan dan bertanya kopi itu menggambarkan apa. Sang profesor tersenyum, �Saya senang sekali kamu menanyakan itu. Itu untuk menunjukkan kepadamu, bahwa seberapa penuh hidupmu, akan selalu ada ruang untuk secangkir kopi bersama sahabat.�


"When U'r Down for Nothing God's Up to Something"


Akhir kata, kaskuser yang baik nan bijak selalu meninggalkan :


Spoiler for Adakah yg baik bisa tersaji indah â��PENCITRAANâ�� ??:




Originally posted by andimulya
This signature is used to protect the original post from being copied by Anti BOT Copy-Paste.
�A.M�

0 comments: