Searching...
Friday, April 25, 2014

Mengenal "Calcioscommesse"

9:54 PM
Banyak yang bilang Serie A is a joke! Terlalu banyak skandal yang terjadi di luar lapangan dan mempengaruhi keindahan dari sepakbola itu sendiri. Yang kita semua inginkan hanyalah permainan di dalam lapangan yang indah, bebas dari intrik.

Seberapa menggelikannya kah kasus Calcioscommesse ini? Silahkan anda nilai sendiri di akhir tulisan ini.

Calcioscommesse berasal dari dua kata, Calcio & Scommesse. Calcio yang berarti football & scommesse yang berarti betting / judi. Jadi Calcioscommesse mengacu kepada judi ilegal di calcio.


Spoiler for Signori saat ditahan:

Semuanya berawal pada 1 Juni 2011 dimana saat itu beberapa pesepakbola profesional yang pernah & sedang aktif di Calcio ditangkap pihak kepolisian dengan dugaan terlibat dalam skandal judi ilegal. Beberapa nama yang cukup terkenal adalah Giuseppe Signori & Cristian Doni. Yang membongkar kasus ini pertama kali adalah Cremonese, sebuah klub Lega Pro yang mencurigai kiper mereka sendiri yang bernama Marco Paoloni. Singkat kata Paoloni terbukti menjadi tokoh sentral yang selama ini aktif dalam pengaturan score pertandingan serta menghasut rekan-rekan setimnya di cremonesse & benevento untuk ikut mengatur score sebuah pertandingan. Tidak hanya di Lega Pro Divisione 1 (C1) Tapi juga Serie C2 hingga Serie B. Paoloni pun akhirnya dihukum sanksi 5 tahun tidak boleh aktif di dunia sepakbola (seringan itu) bersama 18 pemain & ex pemain lainnya seperti Cristian Doni 3,5 skorsing, Beppe Signori 5 tahun skorsing, Mafredini 3,5 tahun skorsing dan seterusnya. Bukan hanya pemain, klub yang terlibat pun dikenakan sanksi. Masih ingat Alatanta yang harus mengawali musim 11/12 dengan pengurangan 6 point? Itu adalah hukuman dari kasus Calcioscommesse bersama dengan 14 tim lainnya dengan hukuman yang berbeda-beda.

Kehebohan di bulan Juni 2011 ini ternyata belumlah berakhir. Pada desember 2011, pemain A.S. Gubbio yang bernama Simone Farina melaporkan adanya usaha dari Zamperini yang membujuknya untuk melakukan pengaturan skor. Penyelidikan lebih lanjut lalu menemukan adanya sebuah sindikat luar biasa besar yang beroperasi mengatur skor pertandingan di liga-liga Eropa, salah satunya Calcio. Sindikat ini diatur oleh sindikat di Eropa Timur & Singapura. Menyusul hasil pemeriksaan ini, kepolisian Cremona kembali menangkap beberapa pemain yaitu Cristiano Doni, Luigi Sartor, Alessandro Zamperini, Nicola Santoni, Carlo Gervasoni and Filippo Carobbio. Nama terakhir, Filippo Carobbio inilah yang kemudian menjadi dalang dihubungkannya Conte dalam Calcioscommesse.

Filippo Carobbio Si "Whistle Blower"

Pada pemeriksaannya, Filippo Carobbio menyatakan bahwa Conte terlibat dalam sindikat pengaturan pertandingan. Dalam salah satu pertandingan, Conte yang saat itu masih menjabat sebagai pelatih Siena mengatakan kepada pemainnya untuk tidak perlu terlalu ngotot karena pertandingan vs Novara tersebut sudah diatur.

�The manager, Antonio Conte, told us we could be calm because an agreement with Novara had been reached� Carobbio

Penyidik tentu saja tidak pandang enteng terhadap pernyataan Carobbio ini. Rumah Conte sempat digeledah pada akhir Mei 2012 dimana saat itu Conte sedang berlibur. Beberapa pemain penting bahkan ditangkap akibat penyelidikan lanjutan dalam kasus Calcioscommesse ini. Sebut saja kapten Lazio Stefano Mauri dan mantan kapten Genoa Omar Milanetto bersama dengan puluhan tokoh lainnya. Hukuman juga telah dijatuhkan baik kepada tokoh maupun klub. Salah satunya adalah lagi-lagi Atalanta yang akan mengawali musim 12/13 ini dengan pengurangan 2 point. Lebih jelas mengenai pemain-pemain maupun klub yang terlibat bisa dibaca di sini.

Pekan lalu Conte & Bonucci telah memberikan keterangan kepada Jaksa penyidik di Roma yang bernama Stefano Palazzi. Anda yang mengikuti kasus Calciopoli tentu kenal dengan Palazzi. Orang inilah yang secara mengejutkan berani membongkar bahwa pada Calciopoli 2006 Juventus tidak seharusnya didegradasi, bahkan sebaliknya inter & Milan yang melanggar article 6 yang seharusnya didegradasi. Atas hasil penyelidikan Palazzi inilah Juventus akhirnya berani membela diri hingga singkat kata lahir frase �30 sul campo�. Karena itu penulis meyakini bahwa muatan politis dibalik kasus Calcioscommesse tidak-lah separah Calciopoli 2006.

Setelah merampungkan pemeriksaan, Stefano Palazzi kemarin mengumumkan tuntutan-tuntutan yang akan dihadapi Conte, beberapa staff serta Bonucci & Pepe terkait pelaggaran di beberapa pertandingan berbeda. Berikut penjelasannya :

Spoiler for Stefano Palazzi:

Pertandingan NOVARA � SIENA pada 1 mei 2011 musim 2010/11. Pelatih Antonio Conte, Asisten pelatih Angelo Alessio dan coach Cristian Stellini serta pelatih kiper Marco Savorani dan fitness coach Giorgio D�urbano. Semuanya saat itu merupakan anggota tim Siena di Serie B dan dituntut telah melanggar Hukum Olahraga Pasal 7 ayat ke 7. Pada pasal ini pelaku olahraga diwajibkan melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui adanya tindakan kecurangan dalam olahraga. Kesemua nama di atas menurut tuntutan jaksa disangka mengetahui bahwa pertandingan Novara vs Siena telah diatur beberapa jam sebelum pertandingan namun tidak melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib.
Pertandingan ALBINOLEFFE � SIENA pada 29 mei 2011 musim 2010/11. Pelatih Antonio Conte, Asisten pelatih Angelo Alessio dan coach Cristian Stellini serta pelatih kiper Marco Savorani dan fitness coach Giorgio D�urbano serta Daniel Faggiano. Semuanya saat itu merupakan anggota tim Siena di Serie B dan dituntut telah melanggar Hukum Olahraga Pasal 7 ayat ke 7.
Pertandingan ALBINOLEFFE � SIENA pada 29 mei 2011 musim 2010/11. Filippo Carobbio, Fernando Coppola, Claudio Terzi, Roberto Vitiello & Cristian Stellini Semuanya saat itu merupakan anggota tim Siena di Serie B dan dituntut telah melanggar Hukum Olahraga Pasal 7 ayat ke 1, 2 & 5 yaitu pelanggaran karena turut serta mengatur hasil akhir sebuah pertandingan.
Pertandingan UDINESE � BARI pada tanggal 09 mei 2010 musim 2009/10. Andrea Masiello, Salvatore Massiello, Nicola Belmonte, Alessandro Parisi & Leonardo Bonucci Semuanya saat itu merupakan anggota tim Bari dan dituntut telah melanggar Hukum Olahraga Pasal 7 ayat ke 1, 2 & 5. Dimana sebelum pertandingan terlibat dalam tindakan pengaturan hasil pertandingan.
Pertandingan UDINESE � BARI pada tanggal 09 mei 2010 musim 2009/10. Simone Pepe yang saat itu merupakan pemain Udinese dituntut telah melanggar Hukum Olahraga Pasal 7 ayat ke 7. Pada pasal ini pelaku olahraga diwajibkan melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui adanya tindakan kecurangan dalam olahraga (laga Udinese vs Bari).

0 comments: