Searching...
Friday, April 18, 2014

(Penggemar Bola Masuk) Apa Pentingnya Holding Midfielder di Seoakbola

10:23 AM




Claude Makelele pernah disebut anti-footballer oleh Arsene Wenger. Sementara Florentino Perez, Presiden Real Madrid, klub di mana Makelele pernah bernaung, pernah dengan santainya mengeluarkan komentar bahwa kualitas Makelele
sebagai seorang pemain sepak bola tergolong biasa saja: tidak mempunyai kecepatan, fisiknya tidak memungkinkan untuk memenangkan duel udara, dan Makelele hanya mampu melakukan umpan tidak lebih dari 3 meter.

Komentar tersebut terjadi setelah Makelele membawa Real Madrid meraih gelar Liga Champions Eropa yang kesembilan kalinya. Setelah itu, Makelele dijual oleh Perez ke Chelsea, sebuah keputusan yang kelak akan disesali oleh banyak orang.
Di klub yang baru dibangun ulang oleh Roman Abramovich tersebut, Makelele langsung menjadi sosok sentral. Bersama Chelsea, Makelele meraih 2 gelar Premier League, 1 gelar Piala FA, dan 2 gelar Piala Liga, sementara Real Madrid pelan-pelan memasuki fase puasa gelar meski diisi oleh bintang-bintang mahal yang membuat mereka dijuluki Los Galacticos. Karena pencapaian tersebut, Andy Townsend, pakar sepak bola asal Inggris, pernah mengatakan, bahwa setiap tim membutuhkan seorang Claude Makelele. Itu adalah satu-satunya pernyataan
masuk akal yang pernah dia katakan.

Tidak ada kekeliruan tentang komentar Florentino Perez yang pernah disematkan kepada Makelele, tetapi kecerdasan yang dimilikinya luput dari perhatian Perez.
Dengan penempatan posisi yang bagus, tidak memerlukan kecepatan untuk
merebut bola.Duel udara tidak perlu dilakukan jika kita tahu dimana bola tersebut akan jatuh. Apa gunanya passing lebih dari 3 meter jika bola hanya akan mengarah kepada lawan? Apa yang dilakukan Makelele selalu berdasarkan perhitungan yang matang dan penuh kedisiplinan.

Peran Makelele di dalam lapangan sebenarnya sangat sederhana. Ketika lawan membangun serangan, tugasnya adalah menggagalkan serangan tersebut. Ketika timnya membangun serangan, dia akan mengantisipasi apabila serangan timnya tersebut gagal. Kembali merebut bola dan membiarkan timnya membangun serangan lagi.

Peran Makelele ini secara khusus kemudian dikenal sebagai Makelele-role , sedangkan secara umum dikenal sebagai holding midfielder. Seiring terus berevolusinya sepak bola, holding midfielder juga terus mengalami evolusi. Jika semula peran ini hanya dituntut untuk menggagalkan serangan lawan, saat ini, para holding midfielder juga dituntut untuk lebih terlibat di dalam membangun serangan.

Sergio Busquets misalnya. Ia memang tak sehebat Xavi Hernadez atau Andres Iniesta. Tetapi Busquets sama pentingnya dengan mereka. Busquets adalah kunci dari triangular pass yang sering dipergakan Barcelona. Untuk pengaruh yang lebih luas, tanpa Busquets, tiki-taka tak akan pernah tampak sempurna.
Awal musim lalu, Sir Alex Ferguson mengatakan bahwa bisa tidaknya Manchester United meraih gelar tergantung performa

Michael Carrick di atas di lapangan. Pada akhirnya, Manchester United berhasil meraih gelar dan Michael Carrick dinobatkan sebagai pemain terbaik Manchester United musim itu. Rata-rata jumlah passing Carrick dalam satu pertandingan mencapai angka 77.1, terbaik di antara rekan- rekannya, hanya kalah dari Mikel Arteta dan Yaya Toure di kancah Premier League.

Karena kemampuannya dalam mendistribusikan bola, baik Carrick maupun Busquets sering mendapatkan perhatian khusus dari lawan. Memberikan waktu kepada mereka untuk berfikir adalah kesalahan fatal: lawan seharusnya segera mengusik mereka sebelum waktu menyetujui isi pikiran mereka akan suatu keputusan tertentu.

Salah satu kunci kemenangan Bayern Munich atas Barcelona pada semifinal Piala Champions musim lalu dan kemenangan Brazil atas Spanyol pada final Piala Konfederasi 2013 lalu adalah pengawalan khusus yang diberikan kepada Busquets.Oscar dan Thomas Muller selalu menekan Busquets, tak pernah membuatnya nyaman ketika menguasai bola, dan jika perlu membuatnya jatuh tersungkur.

Perlakuan Oscar dan Thomas Muller terhadap Sergio Busquets sama persis dengan perlakuan Raheem Sterling terhadap Michael Carrick ketika Liverpool mengalahkan Manchester United beberapa pekan lalu. Carrick sering salah melakukan umpan dan melengkapi permain buruk yang dipergakan
pemain-pemain United lainnya.

Jika peran seorang holding midfielder masih dianggap penting, tidak melibatkannya dalam sebuah pertandingan adalah kesalahan, tetapi membiarkannya ditekan pemain lawan juga merupakan suatu kekeliruan, lalu apa solusinya?

Pep Guardiola lah yang memiliki solusinya. Sebagai seorang inventor ulung, daya imajinasi dan kreativitas Pep nyaris tak tersentuh pelatih manapun. Jika selama di Barcelona dia hanya mempunyai seorang Sergio Busquets, bersama Bayern
Munich dia menciptakan 3 orang Busquets sekaligus. Ketika Bayern Munich bertandang ke Old Trafford pada leg pertama perempatfinal Piala Champion Eropa lalu. Toni Kroos, Philipp Lahm, dan Bastian Schweinsteiger mengisi lini tengah Munich. Kemampuan yang dimiliki tiga orang pemain ini, memungkinkan untuk bergantian peran menjadi holding midfielder . Kadang Kroos akan menjadi pemain paling dalam, kadang Lahm, dan kadang Schweinsteiger. Rotasi peran
holding midfielder ini menyulitkan Manchester United dalam mematikan serangan Munich. Tidak ada pilihan lain bagi United kecuali membiarkan Bayern Munich mendominasi pertandingan dan melakukan serangan balik.

Pendekatan paling menarik terhadap holding midfielder dilakukan oleh Brendan Rodgers. Di bawah asuhannya, musim ini Liverpool lebih sering bermain direct dengan mengirimkan umpan langsung ke wilayah pertahanan lawan. Kemampuan. Gerrard jadi komponen yang begitu mendukung sistem permainan ini. Semakin Gerrard bermain lebih dalam, gangguan lawan terhadapnya akan ikut berkurang. Masalahnya, jika Gerrard bermain lebih ke dalam, kelemahan Gerrard dalam bertahan akan terlihat. Kemampuan Gerrard dalam melindungi backfour memang tidak bisa dibanggakan: sang kapten lemah dalam positioning dan membaca serangan lawan.

Sebagai solusinya, Brendan Rodgers akhir-akhir ini sering memainkan timnya dengan formasi 4-4-2 diamond. Formasi ini berhasil menyiasati kelemahan Gerrard dalam bertahan. 3 pemain tengah lain yang berada di depannya akan bermain agersif dan menjadi perisai bagi Gerrard. Tak jarang, Sterling
dan Coutinho terlihat berjibaku dalam membantu pertahanan.

Sepak bola modern adalah sepak bola peran. Nyaris tidak ada pemain yang bertindak layaknya kaum bohemian. Di mana pun seorang pemain ditempatkan, di situlah peran menyertainya. Holding midfielder mungkin bukan peran
terhebat yang pernah ada dalam sepak bola, tetapi holding midfielder adalah salah satu peran paling penting yang pernah ditemukan.

0 comments: