Searching...
Monday, May 12, 2014

AKU MENCINTAIMU, KEKASIHKU...

10:25 PM
Katanya kita adalah "si raksasa yang tidur"..

Tapi seakan2 manusia yang tinggal didalamnya saling tak tahu atau pura2 tak tahu untuk menutupi kelicikannya?

Para petinggi pada ribut sendiri2 buat saling menguasai "si raksasa", sedangkan yang beneran ga tau juga mau ngapain? Tau aja kagak.



Generasi muda? Jangan ditanya.

Mereka lebih sibuk mikirin percintaan, senang-senang dan hal-hal yang dinilai bisa terlihat keren.

Padahal disini, di "raksasa yang tidur" ini hal yang keren itu malah lebih identik dengan hal2 yang berbau maksiat dan madharat.

mereka bersenang-senang seakan tak tahu bahwa masadepannya sedang terancam.

mereka terus saja disibukkan dengan kebebasan jiwa muda mereka.



Disisi lain, mereka yang tau tentang potensi "sang raksasa tidur" ini malah saling rebutan untuk bisa menguasainya, yang gak sadar pada sibuk ngurusi urusan sendiri2, sedangkan para subyek luar sedang mengintai bahkan telah menggerogoti "si raksasa" ini pelan2, mereka terus menerus membius kita dan juga "si raksasa" agar terus terlelap dalam tidurnya.



Aku juga remaja, aku juga ingin senang2 dan merasakan suatu kebahagiaan masa muda.

Tapi salahkah aku kalo aku ingin membangunkan sang raksasa tidur.

Kapan? Sekarang?.. Tentu tidak, disini kita butuh "nama" untuk bertindak, tanpa sebuah "nama" apalah arti kata2? Paling hanya didengar sebagai bualan semata... Atau karna usia yang masih belia, hingga dinilai rendah dan tidak dihargai.

Oleh karena itu, aku jg butuh waktu, tapi aku tak tau apa yang akan terjadi dalam kurun waktu 5 tahun lagi pada "sang raksasa" tidur. Apakah kalian hanya akan menonton mereka yang saling berebut tanpa mau bertindak apa2, ataukah kalian lebih memilih tidak mau tau?



Cita-citaku adalah memperbaiki sistem pendidikan disini.. Agar sang raksasa bisa perlahan bangun dari sisi pendidikan..

Ekonomi?,Hukum?,Teknologi?, tentu juga masih sama - sama perlu diperbaiki.

Bukan cuma itu, aku miris sekali jika ditanya "Apa kabar peradaban sang raksasa yang tidur?".

Jujur saja, jika bisa, aku ingin menutup mata dan memilih untuk tak melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi disini

tapi sayang... Kaum yang porak poranda memenuhi penglihatanku,telingaku,pikiranku... Mereka terlalu banyak untuk dihindari.



Entah bagaimana akhirnya nasibmu nanti wahai sang raksasa...

Apakah dirimu akan terus tertidur pulas atau akan terbangun dengan gagahnya..?

itu hanyalah kami yang bisa menentukannya, karna bagaimanapun kau hanyalah sebuah objek yang takkan bisa bergerak tanpa seorang subyekpun yang menggerakkannya..

Tapi aku yakin kau tetap punya hukum alam, hukum dimana keadilan berlaku "Mutlak" tanpa cela, tanpa campurtangan manusia.

Seperti ketika air bah melahap hampir separuh dari ibukota, ketika kau getarkan perutmu dan memuntahkan sisa2 kemarahanmu, ketika daun-daun kering menjadi saksi brutalnya penebangan liar diparu-parumu.

Aku tau kau takkan tinggal diam, karena seketika itu juga sang Pencipta akan melakukan tugasnya sebagai hakim yang maha Adil dan menurunkan hukum alam yang memang sebenarnya harus terjadi..



Bertahun-tahun aku mencintaimu, bertahun-tahun pula aku tersakiti oleh peradaban dan keadaanmu yang semakin mengkhawatirkan. Hati manusia mana yang tak cemburu jika hal yang dicintainya lebih dekat dengan "sesuatu" yang lain, dengan si "negri ginseng" misalnya, yah, bahkan panggilan sayang berupa "raksasa yang tidur" itu juga berasal darinya, kan? dan bahkan kini penampilanmu tak jauh darinya. aku tak melarangmu kenal dan dekat dengan siapapun, tapi tolong, jangan menjadikannya cintamu, karna disini, ada aku.. hati tulus yang mencintaimu.

Hati manusia mana yang tak sakit kala hal yang dicintainya tak lagi mengenali kekasihnya, seperti kala kau menggeleng ketika ditanya siapa saja orang-orang ini seraya menunjukkan foto-foto orang yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk kita. Ingatkah lagu kebanggaan kita?, sudah lupakah dirimu dengan lirik yang berbunyi "kekasihku tidak kulupakan.. kau terkenang selama hidupku.. biarpun aku pergi jauh.. tidaklah hilang dari kalbu, kekasihku yang kucintai engkau kuhargai"

Hati manusia mana yang tak khawatir ketika hal yang dicintainya sedang merintih kesakitan?, seperti ketika kau mengalami demam dahsyat dan mereka yang berada didekatmu justru hanya mengeluh tanpa tindakan, tanpa mereka sadari justru merekalah salah satu penyebab kau jadi seperti itu.

Namun, seberapa sering kau mengecewakanku, aku tetap akan ada disini untukkmu, untuk membangunkanmu dari tidurmu...



Hari ini, aku katakan pada mereka, juga pada dunia...

bahwa aku...

mencintaimu....



Be patient
Keep promise
Never lie
Always loyal
Life profesionaly

0 comments: