Searching...
Wednesday, May 7, 2014

Atlet yang togeeeeeeeeee gan [ ful pict]

4:43 PM
Meth sore agannn
"Bila sepintas melihat dansa, orang berpikir mudah dilakukan. Tapi tidak, butuh kedisiplinan tingkat tinggi mempelajarinya." Roro Fitria ternyata pernah menjadi atlet Olahraga Dansa wanita mewakili Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 lalu.

Pada PON Kalimantan Timur, Roro sukses meraih medali perak di nomor cha cha and jive. Darah seni yang mengalir kental berbanding lurus dengan hobinya menari membuat Roro memilih Dansa untuk mengukir prestasi di bidang olahraga.

Roro sempat mengikuti kejuaraan dansa tingkat nasional dan internasional. Bahkan pada kejuaraan dansa di Singapura, Singapore Open Dancesport Championship 2012, .

"Saya merasakan betul gemblengan seperti atlet. Mulai dari latihan, porsi makanan, disiplin dalam latihan," ujar bintang film "Bangkitnya Suster Gepeng" itu. "Bila sepintas melihat dansa, orang berpikir mudah dilakukan. Tapi sebenarnya tidak, butuh kedisiplinan tingkat tinggi untuk mempelajarinya.�



Namun belakangan, Roro lebih banyak tampil di layar kaca sebagai entertainer. Dia beralasan, belum menemukan pasangan yang cocok. Sulitnya mencari partner dansa menjadi alasan Roro mulai mengubah haluan berlenggok di depan kamera.

"Sampai saat ini, saya belum mendapat partner dansa yang selaras. Partner menjadi faktor penting meraih sukses di cabang olahraga dansa." Bila tidak �sehati� menurut Roro, mempengaruhi penilaian dari tim juri.

"Bila sebelum berdansa terlibat konflik dengan pasangan bisa terlihat oleh juri. Dan itu mempengaruhi penilaian," kata wanita kelahiran Yogyakarta, 29 Desember 1987 itu.


Spoiler for Bonus:



Gimana? udah puaskan??

0 comments: