Searching...
Sunday, May 18, 2014

Golkar Tak Dukung JK Jadi Cawapres Jokowi

7:33 PM


Siang tadi 18 Mei 2014, Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie atau yang lebih akrab dipanggil dengan nama Ical tersebut telah mengambil keputusan penting di dalam forum Rapimnas. Keputusan tersebut adalah mengandaskan munculnya 6 cawapres alternatif di internal Golkar dan menegaskan bahwa hanya dirinya yang berhak maju ke Pilpres 2014.

6 nama cawapres yang harus menerima keputusan pahit dari Rapimnas tersebut, yaitu Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Luhut Panjaitan, Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, dan Ginandjar Kartasasmita.

Satu nama yang paling menarik untuk dibahas adalah Jusuf Kalla. Seperti yang kita ketahui, JK (sapaan akrab Jusuf Kalla) merupakan salah satu kandidat cawapres dari Jokowi. Dukungan terhadap JK untuk menjadi cawapres Jokowi pun tidak sedikit. JK dianggap sebagai pasangan yang pas untuk Jokowi karena JK sudah berpengalaman dalam menjadi pemimpin negara.

Akan tetapi, hasil Rapimnas tersebut seperti menjadi tembok besar bagi JK dalam mejadi cawapres dari Jokowi. Sepertinya Golkar memang tidak setuju dan melarang JK untuk mbalelo. Oleh karena itu, Ical dengan tegas memutuskan hanya dirinya lah yang berhak maju ke Pilpres 2014.

Pasca Rapimnas, Ical langsung meluncur ke kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Coba cek artikel yang berjudul Usai Rapimnas Golkar, Ical Langsung Meluncur ke Rumah Mega. Sepertinya Ical ingin melobi Megawati agar menghormati keputusan Rapimnas Golkar yang hanya mengusung satu kandidat yaitu Ical sendiri.

Rapimnas juga memutuskan bahwa jika JK masih tetap ingin maju cawapres, maka dia tidak boleh membawa nama partai. Jadi, jika PDIP tetap mengusung JK sebagai cawapres dari Jokowi, artinya JK tidak boleh membawa nama partainya.

Sekian, kita tunggu kelanjutannya.

0 comments: