Searching...
Friday, May 9, 2014

Ini Alasan Kenangan Indah Lebih 'Awet' di Pikiran

11:43 AM
Konon orang lebih mudah mengingat kenangan indah ketimbang kenangan buruk. Sebuah peneliti mengungkap kenangan indah memang lebih bertahan lama di dalam otak orang yang mengalaminya.

Sebelumnya sudah ada studi di tahun 1930-an yang menemukan bahwa 60 persen pengalaman atau memori buruk seseorang akan cenderung dilupakan. Sebaliknya, hanya 42 persen kenangan positif yang dinyatakan hilang.

Kondisi semacam ini disebut sebagai Fading Effect Bias (FAB). FAB digambarkan dengan kondisi di mana orang akan cenderung mengingat betapa serunya liburan yang mereka jalani selama beberapa hari kemarin, tapi mereka melupakan penerbangan yang panjang dan capeknya badan selama di perjalanan.

Namun peneliti merasa hasil riset tersebut tak relevan bagi tiap orang karena riset hanya dilakukan di Amerika. Untuk itu, si peneliti yang bernama Timothy Ritchie dari University of Limerick, Irlandia ini mencoba menganalisis beberapa studi tentang memori yang dilaksanakan di enam kampus di penjuru dunia.

Peneliti mendapatkan 2.400 memori otobiografi dari 562 individu yang berasal dari 10 negara. Namun usia partisipan yang dilibatkan pada satu studi di sebuah negara dengan negara lainnya berbeda-beda.

Seperti data dari Selandia Baru dan Ghana, partisipannya adalah pria dan wanita berusia di bawah 30 tahun. Sedangkan di Jerman dan Irlandia, sampelnya diambil dari partisipan lansia. Kemudian sebagian besar partisipan diminta untuk mengingat-ingat sejumlah kejadian positif maupun negatif di masa lalunya, termasuk waktu, lokasi, dan perasaan mereka tentang kenangan itu.

Setelah diminta mengingat perasaan partisipan saat kenangan di masa lalu itu terjadi ('initial effect'), peneliti juga menanyakan perasaan mereka saat ini ('current effect), terkait memori tersebut. Lalu perbedaan di antara keduanya diukur oleh peneliti.

Ternyata Fading Effect Bias (FAB) terjadi pada setiap orang, tak peduli apapun latar belakang dan kulturnya.

"Studi ini menunjukkan bahwa makin cepat kenangan buruk menghilang (dari ingatan), ini membantu individu untuk memproses hal-hal negatif yang pernah ia rasakan. (Dengan berbekal memori positif) ia juga bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan sembari tetap berpikir optimis pada kehidupan," simpul Dr Ritchie seperti dikutip dari BBC, Jumat (9/5/2014).

0 comments: