Searching...
Wednesday, May 28, 2014

Inilah asal mula nama Gilang Yogardhi serta sejarahmya

9:03 PM
Matahari November yang biasanya lunglai, terasa lebih bergairah pada hari itu ketika kuantar Mamamu ke tempat periksamu. Sebentar lagi kau akan datang, meski aku tak memiliki apapun juga akan kusambut tangis pertamamu dengan penuh suka cita. Aku tak peduli meski harus menyiapkan segalanya dengan tangan sendiri, semua kulakukan dengan rasa haru dan bangga.

18 November 1997 hampir malam, segala yang kugumam dalam doa setiap hari semuanya Tuhan beri, kau datang sangat sehat dan tampan. Memang dalam kehadiran itu kau datang tidak seperti layaknya Tuhan memberi jalan bagi orang lain, tapi dengan cara berbeda agar Mamamu dan kau tetap bersama Papa. Setelah selesai dandanmu, kau tergolek manja di pangkuanku. Kuamati matamu, hidungmu, mulutmu, mukamu, dan seluruh badanmu. Ya, kulihat semua itu adalah milikku yang kau bawa dalam tubuh mungilmu.

Membangun sebuah keluarga layaknya mendirikan sebuah griya, ia perlu sebidang tanah sebagai tempat berdiri. Hal itu telah tersedia karena orangtuamu memiliki sehamparan kasih cinta sebagai lahan dalam membangun keluarga. Rumah itu akan kokoh tegak berdiri bila memiliki pondasi yang kuat. Hari itu, pondasi itu telah terwujud, dan kaulah dasar rumah kasih itu.

Ada kisah ketika seorang Guru Bijak mengangkat murid, Ia menyebutnya sebagai Kefas, batu karang yang teguh, dan di atas batu karang itu Ia akan membangun rumah abadiNya. Atau juga ketika ada cerita seorang Narendra duduk di singgasana, ia memerlukan landasan yang kokoh sebagai alas tahtanya. Dalam budaya kita, batu kokoh sebagai dasar itu adalah sebuah batu hitam dengan kemilau cahaya, dan sebutan itu akan melekat pada panggilanmu : Gilang. Kau adalah seorang bocah yang meskipun datang di ibukota praja, akan tetapi alangkah indahnya bila tetap memiliki keterikatan terhadap tanah leluhur kita, sebuah dusun dengan ribuan gunung, yang akan tetap kau kenang nantinya. Anak lelaki tampan dari pegunungan, itulah Yogardhi di tengah baris namamu. Indah memang kau bagi orangtuamu, sebagai curahan kasih Mama dan Papamu, Hartlan Darmawan.

Thole, sepuluh tahun lebih telah kau beri bahagia untuk Mama dan Papa. Akan kusiapkan sebuah suluh untuk menapaki jalan yang hendak kau tempuh, meski yang aku bisa hanya seberkas sinar dari pelita sederhana. Dengan hati kusiapkan hari esokmu, dengan tangan dan kaki akan kurajut sendiri sepatumu agar kau bisa berlari, berlari, dan terus berlari hingga kau gapai mimpi. Aku yakin Tuhan akan menyiapkan bagimu sesuatu yang sangat indah di kemudian hari, dan akan membuat hidupmu menjadi hal yang sangat sederhana penuh bahagia.

Puitis banget bokap gue yah....

gimana asal mula nama lo??

0 comments: