Searching...
Sunday, May 25, 2014

Mahabharata, Alternatif Di Tengah Primetime Yang Menjenuhkan

7:52 PM
Sejak Awal ANTV Yakin Tayangan Mahabharata Akan Menjadi "Sesuatu"



Ketika stasiun televisi lain berkutat pada ajang pencarian bakat dan talk show, ANTV yang selama ini identik dengan komedi Pesbukers-nya, tiba-tiba menghadirkan tayangan anti-mainstream, Mahabharata!

Terdengar familier di telinga Anda? Wajar. Dulu, TPI (kini MNCTV), pada awal berdirinya, lebih dulu menayangkan Mahabharata (versi 1988). Ketika itu, tanpa perlu membaca kitabnya -- Mahabharata karya Wiyasa (dibuat antara 300 sebelum dan sesudah Masehi) adalah salah satu dari dua epos Sanskerta utama dari India kuno, selain Ramayana -- banyak orang, awam sekalipun, yang kemudian akrab dengan karakter-karakter populernya, seperti Pandawa Lima: Yudhistira, Bima, Arjuna, dan Nakula-Sadewa.

Ketika itu, sukses diraih TPI. Kini, hal yang kurang-lebih sama, dirasakan ANTV -- yang beberapa tahun lalu juga pernah menayangkan Mahabharata versi lama. Tua-muda, lajang-menikah, pekerja kantoran-orang rumahan, sama-sama kecanduan Mahabharata. Menayangkan versi baru serial Mahabharata menjadi sebuah keputusan yang tepat.

"Tim programming melakukan diskusi panjang, mengemukakan pendapat, menganalisis karakter, dan kebutuhan penonton, menghitung dan menerjemahkan angka-angka data riset serta peta kompetisi yang sedang berlangsung sebelum mengambil keputusan (menayangkan Mahabharata baru). Namun, sejak awal, intuisi, feeling, dan keyakinan sudah menjadi bekal yang cukup kuat, bahwa Mahabharata (baru) adalah peluang dan akan menjadi sesuatu di ANTV," buka Gunawan, Manager Acquisition & Distribution ANTV.

http://www.tabloidbintang.com/articl...enjadi-sesuatu


Lewat Tayangan Mahabharata ANTV Menciptakan Tren Baru



Saat ANTV memutuskan menayangkan serial Mahabharata baru, tidak satu pun stasiun televisi nasional yang muncul dengan minat sama. Tidak ada yang memperhitungkan tayangan mitologi sebagai sesuatu yang akan hit sekarang ini.

"Berdasarkan informasi yang ada, seperti itu," ujar Gunawan, Manager Acquisition & Distribution ANTV. "Jika kemudian sekarang mereka mulai melakukan ancang-ancang, mengintip, atau mencari program sejenis, itu artinya kami telah mampu menciptakan tren pasar serta patut diperhitungkan dalam hal pemilihan ide dan mengambil peluang," lanjutnya.

Beberapa kekuatan yang dimiliki Mahabharata adalah konten cerita yang sangat kuat, dekat dengan kultur masyarakat Indonesia, dan menarik untuk dipirsa. Belum ditambah dengan kualitas produksi yang setara program Hollywood yang juga mengangkat cerita-cerita epos, fantasi, mitologi, dan kolosal. Kalau dibuat perbandingan dengan masa kini, konsep cerita yang diusung mirip dengan serial epos barat populer Game of Thrones yang tayang di jaringan HBO.

Sebuah drama yang kompleks dengan beragam intrik di dalamnya. Mulai dari perebutan kekuasaan, pengkhianatan, hingga percintaan.

"Sekadar info, saat ini episode yang sedang berjalan masih merupakan babak transisi menuju satria-satria muda Pandawa dan Kurawa berlaga dalam cerita. Jika saat ini saja sudah mencapai performa yang luar biasa -- menjadi top share dengan pencapaian 19,1 persen -- bisa diprediksikan performa saat babak-babak episode cerita kelak; pada babak konflik antara Pandawa dan Kurawa, babak Pandawa diasingkan, babak persiapan perang besar Bharatayudha, babak Bharatayuda dan babak Pandawa Seda, hingga saat lahirnya Parikesit," urai Gunawan.


http://www.tabloidbintang.com/articl...akan-tren-baru


Saya Bilang Ini Terobosan Yang Lumayan Dan Jadi Alternatif Buat Tayangan Primetime Disaat Di Jam Yang Sama Dipenuhi Acara Yang Kontennya Itu2 Aja.

0 comments: