Searching...
Sunday, May 11, 2014

Terkuak, Isi Bunker Persembunyian Adolf Hitler

12:53 PM
Liputan6.com, Berlin - Berdasarkan catatan sejarah, pemimpin Nazi Adolf Hitler dan kekasihnya, Eva Braun, bunuh diri bersama di sebuah bunker di Reichskanzlei, kantor Kanselir Jerman, pada 30 April 1945.Di tempat yang dinamakan Fuhrerbunker itu, Hitler disebut bunuh diri dengan menembak kepalanya. Sedangkan Eva Braun menggigit kapsul sianida. Apa saja yang ada di bunker misterius tempat persembunyian sang Fuhrer?Fotografer William Vandivert mengungkap semua. Ia menjadi orang yang pertama berhasil mengabadikan isi dari tempat spesial sang pemimpin Nazi.Dalam foto-foto yang William muat di Majalah Life, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (5/5/2014), terlihat puing-puing, dokumen, dan furnitur yang menjadi sisa-sisa peninggalan Hitler.

Peralatan rumah tangga terlihat berlumuran darah.Sejumlah lukisan menggantung di berbagai sudut dinding bunker. Banyak tumpukan kertas dan perabotan rusak berhamburan di lantai, memenuhi ruangan. Ada juga lukisan seorang wanita Abad ke-16 yang diduga diambil dari Museum Milan.Hitler dan Eva disebutkan menghabiskan sisa-sisa hidupnya di bunker tersebut sekitar 2 pekan setelah jatuhnya Berlin. Tempat rahasia itu juga menjadi saksi sejarah Hitler melalui masa penting dalam hidupnya. Ahli sejarah menduga Hitler dan Eva menikah di tempat tersebut.

Di tempat itu pula, Hitler disebut mengatur komando pasukannya sebelum dan sesudah jatuhnya Berlin.Bunuh Diri atau Lari ke Argentina?Meski terdapat lumuran darah pada perabotan Fuhrerbunker, ada dugaan bahwa Hitler tak bunuh diri di tempat tersebut, melainkan melarikan diri ke Argentina.Pembuat film dokumenter "Revealed: Hitler in Argentina", Noam Shalev mengatakan dirinya mendapat informasi baru yang mungkin bisa menguak kebenaran tentang kapan dan di mana Hitler tewas.Seperti dimuat Voice of Russia, Noam Shalev mengatakan ada arsip rahasia Argentina yang mulai dikuak 1 dekade dan menguatkan dugaan Sang Fuhrer ke negara Amerika Latin tersebut."Penelitian selama 10 tahun dan akses sejarawan terhadap arsip itu menemukan dokumen menarik dari tahun 1930-an dan 1940-an yang menyimpulkan, bahwa terlepas dari laporan saksi mata, ada substansi untuk cerita ini," ujar Noam.Dokumen rahasia yang ditemukan setelah runtuhnya Soviet menyebut versi lain soal kepergian Hitler.
Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Hitler, Eva Braun, dan kawan dekatnya: Joseph dan Magda Goebbels, 6 anak Goebbels, Jenderal Hans Krebs, dan anjing-anjing Hitler berkali-kali dimakamkan dan kuburanya dibongkar. Kemudian pada 4 April 1970, sebuah tim KGB Soviet, dengan bekal peta, mengangkat 5 kotak kayu di fasilitas SMERSH di Magdeburg. Sisa-sisa jenazah dari kotak tersebut dibakar, dihancurkan, dan disebarkan di Sungai Elbe, Jerman.



Misi Rahasia Nazi-Hitler: Menguak Atlantis dan `Holy Grail`

Saat Nazi memperkokoh cengkeraman kekuasaannya atas Jerman di tahun 1930-an, seorang pemimpin tentara SS menghadiri sebuah presentasi di Berlin. Heinrich Himmler, bawahan Hitler itu, tak bisa menyembunyikan kegirangannya saat mendengar seorang arkeolog muda menyampaikan presentasi.Sang arkeolog mengaku mengetahui lokasi kota mistis Atlantis, di mana ras unggulan pernah hidup di dalamnya, sebelum pulau 'surga' yang konon berperadaban tinggi itu hilang ditelan lautan. Ia mengklaim, sejumlah orang Atlantis berhasil melarikan diri dan menyebar ke sudut-sudut Bumi --menabur benih-benih peradaban mereka . Bagi Himmler dan para kroninya, klaim itu adalah solusi jitu. Untuk memperkuat jantung kredo Nazi, yakni keyakinan bahwa ras Arya adalah bangsa unggul yang punya akar dari Atlantis. Masalahnya sama sekali tak ada bukti keberadaan kota berperadaban maju itu, jangan-jangan cuma mitos.

Selama dekade berikutnya, Himmler memimpin proyek bayangan yang ditujukan untuk membuktikan teori aneh itu. Sebuah unit khusus SS dibentuk. Namanya Ahnenerbe (Warisan Leluhur) -- yang beranggotakan arkeolog dan ilmuwan. Tugas mereka adalah menjelajah dunia untuk berburu bukti ras Arya di Atlantis. Juga melakukan misi rahasia lainnya: menemukan Holy Grail. Cawan Suci.

Demikian diungkap dalam film dokumenter terbaru Channel 5.Kerja diam-diam Ahnenerbe terungkap pada 1945 saat tentara AS menemukan ribuan dokumen di sebuah gua di Jerman tengah. Isinya juga menjelaskan, mengapa Nazi memulai Holocaust.Dokumen tersebut juga mengungkap arkeolog yangmengopor-ngompori ekspedisi itu: Herman Wirth, ahli agama-agama kuno.Dalam paparannya, ia yakin, temuan simbol yang terlihat sama di sejumlah bagian dunia yang terpisah, sama sekali bukan kebetulan.Ia berargumen, itu terkait ras tunggal yang tinggal di Atlantis di Samudra Atlantik -- di suatu tempat di antara Portugal dan Inggris. Wirth mengusulkan sebuah ekspedisi untuk membuktikan bahwa mereka yang selamat dari malapetaka Atlantis lari ke tempat-tempat paling tinggi di muka Bumi. Ia bahkan yakin, sejumlah keturunan Atlantis tinggal di Tibet. Wirth pun menemukan sponsornya: Heinrich Himmler.

Mencari Jejak Atlantis di HimalayaPada 1938, 5 ilmuwan SS dikirim ke Himalaya. "Nazi melihat sejarah dunia dalam cara pandang perjuangan antar-ras dan survival of the fittest. Mereka pikir semua ras lebih rendah daripada bangsa Arya," kata Sir Richard Evans, sejarawan Cambridge University, seperti Liputan6.com kutip dari Express.co.uk, 21 November 2013.Lebih jauh lagi, Heinrich Himmler diduga ingin mendirikan agama baru, termasuk penyembahan pada dewa matahari dan dewa-dewa kuno. "Ia ingin SS semacam sekte atau aristokrasi Arya."Dalam hitungan mundur menuju Perang Dunia II, sejumlah ekspedisi untuk membuktikan teori Arya dilakukan. Selain Tibet, ilmuwan SS juga pergi ke Swedia, Skotlandia, Islandia, dan Prancis.Di Tibet, tim SS melakukan studi pada penduduk lokal. Menggunakan checklist fitur wajah, mereka menyimpulkan bahwa warga Tibet benar keturunan Arya.

Saat pulang dari ekspedisi dan tiba di Munich beberapa minggu kemudian, tim dielu-elukan bak pahlawan."Hitler dan para antropolognya mengira dengan mengukur besar kepala seseorang, kau bisa menebak ras mereka," kata Sir Richard. "Yang membuat gagasan ini begitu jahat adalah ide hierarki sosial di mana Arya dianggap paling unggul. Di mata Nazi, percampuran ras adalah jalan menuju malapetaka."Mencari Holy GrailHimmler juga meminta Otto Rahn, seorang sejarawan yang terpesona oleh legenda Raja Arthur. Rahn yang dijuluki 'Indiana Jones-nya Nazi' adalah inspirasi tokoh film besutan Steven Spielberg "Last Crusade" -- untuk menemukan Cawan Suci (Holy Grail) yang disebut-sebut sebagai cawan atau cangkir yang digunakan Yesus dalam Perjamuan Terakhir.

Sebagian orang meyakini, benda itu memiliki kekuatan mistis.Rahn mempelajari cerita soal Raja Arthur untuk mencari petunjuk dan menyimpulkan bahwa Holy Grail berada di reruntuhan kastil, Montsegur di Pyrenees Perancis. Dia telah mengabdikan hidupnya untuk mengungkap Grail tapi sudah kehabisan dana.Pada 1934, Rahn diundang Himmler dan setuju untuk bergabung dengan SS, dengan syarat Nazi menyediakan uang tunai untuk melanjutkan pencarian.

Himmler juga dikabarkan mengunjungi lokasi yang mungkin jadi tempat Grail yang lain yakni Montserrat Abbey dekat Barcelona, pada tahun 1940.Mengapa Himmler ngotot mendapatkan Grail?Ia yakin, Holy Grail bisa memberi kekuatan super untuk membantu Jerman memenangkan perang. Saking percaya dirinya bakal menemukan Grail, ia bahkan menyiapkan kastil khusus, Wewelsburg di Westphalia, untuk menyimpan Cawan Suci.

Tim Hitler juga berusaha mencuri kain kafan Turin atau Shroud of Turin diyakini sebagai pembungkus jasad Yesus pasca penyaliban. Di lembaran kain tua itu, tercetak citra samar dari darah yang mengering: seorang pria tinggi berambut panjang dan berjenggot.

Namun, baik misi mencari jejak Atlantis dan Holy Grail, gagal total. Himmler yang lelah dengan kinerja Herman Wirth memecatnya. Nasib Otto Rahn lebih buruk. Ia tak bisa lepas dari bayang-bayang SS. Himmler yang frustasi dengan kegagalan Rahn pun menghukumnya, dengan menjadikannya penjaga di salah satu kamp konsentrasi pertama. Suatu hari, Rahn mengambil segenggam pil tidur dan berjalan sendirian ke pegunungan Alpen.

0 comments: