Searching...
Saturday, May 10, 2014

Wanita pengutuk pria bacalah! ini permohonan maaf kami.

4:53 PM
Maafkan kami para wanita

"Kamu cantik, indah, menarik"

Maafkan kami ketika kami mengeluarkan kalimat yang haram untuk kalian dengar
Atau bagimu ini halal untuk didengar?

Maaf kan kami ketika kami mengatakan langsung bahwa kami memuja mu tanpa membuatmu halal.
Atau sebenarnya kalian suka hai para wanita?

Maaf kan kami para pria yang sering menikmati wajahmu tak terkecuali lekuk tubuhmu.
Atau sebenarnya kalian merasa tidak masalah?

Maaf kan kami para pria karena dalam satu menit kami mungkin menikmati lebih dari sepuluh wajah wanita yang berbeda.
Atau kalian senang kami nikmati??

Maafkan kami para lelaki, ketika kami hanya berani menjalin cinta sembunyi dari orang tua kalian hai para wanita.
Tapi bukan kah kalian yang mengizinkan kami bersembunyi dari orangtua kalian?

Maafkan kami ketika kami membuat kalimat rayuan indah sehingga kalian dengan murah memukul manja kami.
Namun, bukan kah kalian suka??

Maaf kan kami para pria, ketika setiap lenggokan langkahmu membuat kami tak bisa melepas pandangan kami pada tubuhmu.
Tapi, kami kira kalian yang memang ingin kami perhatikan setiap lenggokan genitmu?

Maaf kan kami ketika kami membuat kalian sibuk berpenampilan berlebihan.
Namun, perhatian dari kami adalah tujuan utama kalian, bukan?

Maaf kan kami yang dengan lancang menelepon mu, mendengar suara merdumu.
Tapi, sadarilah! Kau yang mengeluarkan suara birahimu tanpa kami paksa bukan?

maafkan kami yang tergoda dengan lirikan matamu.
Namun kami kira kau yang sengaja menggoda kami dengan lirikan singkatmu. Benar begitu?

Maaf kan kami ketika kami berani menyentuh tanganmu.
Tapi, bukan kah kau menyambutnya? Kami kira kau gembira tangan mahalmu dengan murah kami sentuh.

Maaf kan kami ketika kami melihat bagian tubuhmu yang seharusnya bukan hak kami?
Karena kami kira tubuhmu adalah suguhan untuk para pria yang lewat di depanmu

Maaf kan kami yang bisa mengajakmu berpergian kemana saja tanpa meminta izin Ayah ibumu.
Karena menurut kami, kalian sudah menyerahkan diri untuk kami bawa bersenang senang. Benar begitu? Karena tanpa ragu kalian naik kendaraan kami.

Maafkan kami yang pernah mencium bagian wajahmu.
Karena menurut kami ketika kau membiarkan wajahmu berdekatan dengan wajahku. Kau sedang mengundang kami untuk kami cium.

Maafkan kami yang senang memeluk tubuh hangat dan indahmu saat kami pacaran
Karena kami kira kau menikmati tubuh mahalmu saat kami rasakan seenaknya. Karena kau tidak segera melepasnya, kan?

Maafkan kami saat kami meninggalkan wanita.. ketika mereka positif hamil.

Namun, seharusnya mereka tau!!! Saat kami berani menjamahi tubuh mereka sepuasnya itu perbuatan yg tidak bertanggung jawab. Wajar saja setelahnya kami tinggalkan. Para wanita seakan memang mengizinkan kami untuk menikmati tubuhnya. Karena... Kalau mereka keberatan kami tidak akan menikmatinya.

Maafkan kami ketika kami membuat kalian menyesal menjadi wanita penikmat kami.
Namun, seharusnya kalian sadari. Bahwa dengan segala 'kelancangan' kami ini menunjukan kami adalah pria brengsek. Atau sebenarnya, kami kriteria kalian?

Karena sampai detik ini kami masih bisa mendapat wanita yang tidak sungkan dengan kelancangan kami. Mereka tidak keberatan. Walau mereka sering mengutuk pria brengsek, tapi kami tetap bisa melakukan hal yang sama.

Tapi apa ini terjadi karena kedangkalan pemikiran wanita?

Justru itu hai para wanita, seburuk-buruknya sikap kami, setidak bisanya kami menghormati tubuh wanita

tapi... Ini justru membuat kami sangat melindungi saudara perempuan kami. Kami sadar betul, Kami sangat paham jadinya setelah membrengseki kalian, kami makin sayang pada saudara perempuan kami.ketika wanita harus mengabaikan kehormatannya untuk cinta.
dan ketika pria harus menjual cinta untuk sebuah kehormatan wanita.

Suaramu, lirikkanmu, sayumu, lenggokmu, pukulan manjamu, tanganmu, tubuhmu dan segalanya. Memang kau suguhi dan kami menikmati.
Dan herannya adalah kami harus meminta maaf. Ini tidak akan berlanjut, kalau para wanita tidak mengundang dan menerima kami.

Ini tidak akan terjadi, ketika wanita menundukan wajahnya di depan pria.

Ini tidak akan terjadi ketika wanita sangat khawatir berduaan dengan pria yang bukan mahramnya ditempat sepi

ini tidak akan terjadi jika wanita tidak melembut-lembutkan bicaranya

Ini tidak akan terjadi jika wanita mau menutup tubuhnya dengan baik dan rapi

ini tidak akan terjadi jika wanita enggan bersentuhan dengan pria.

Ini tidak akan terjadi jika wanita sangat anti hubungan sembunyi-sembunyi di belakang ayah ibunya.

Ini tidak akan terjadi ketika cinta harus dibayar dengan hal lain

Maaf

0 comments: