Searching...
Tuesday, June 10, 2014

Gaya Penyampaian Prabowo dan Jokowi Saat Debat Capres

11:43 PM
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) beradu debat dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (9/6) malam. Di luar penguasaan materi mereka terhadap persoalan yang diajukan ada hal menarik dari sisi gaya bicara dan cara penyampaian masing-masing capres-cawapres.
GAMBAR
Prabowo sebagai capres nomer urut satu didampingi cawapres Hatta Rajasa tampil pertama menyampaikan paparan pembuka tanpa teks. Sementara Jokowi didampingi JK tampak catatan di secarik kertas kertas putih saat menyampaikan gagasan awal.

Debat sesi pertama mengangkat tema demokrasi, pemerintahan bersih, dan kepastian hukum. Prabowo menyatakan demokrasi harus tetap dipertahankan sampai kapanpun. "Demokrasi adalah alat dan tangga menuju cita-cita Indonesia yang kuat dan sejahtera," ujarnya.

Sementara Jokowi menyinggung hubungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Menurutnya kebijakan daerah harus sejalan dengan pusat. "Pemerintah daerah harus sejalan dengan pemerintah pusat," kata mantan Walikota Surakarta ini.

Di akhir debat, baik Prabowo maupun Jokowi diberi kesempatan menyampaikan kata-kata penutup. Prabowo menegaskan akan bekerja keras menyelamatkan kekayaan nasional. "Sehingga demokrasi yang kita perjuangankan adalah demokrasi yang produktif dan yang memberikan kemakmuran bukan demokrasi yang wani piro bukan demokrasi yang destruktif," katanya.

Sementara Jokowi sembari membaca catatannya mengucapkan terimakasih atas dukungan keluarga. Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai kata penutupan Jokowi tidak seelegan saat pembukaan. Menurutnya Jokowi terlihat sering melirik ke bawah membaca catatan sebelum mengemukakan isi pikiran.

"Mungkin melihat catatan dan tidak memanfaatkan waktu yang tersedia. Sebaliknya Prabowo mengakhiri debat dengan pesan kunci yang jelas," kata Hendri.

0 comments: