Searching...
Friday, June 13, 2014

Kecewa dengan pelayanan service center Samsung Bengkulu.

5:13 PM
Kecewa dengan pelayanan service center Samsung Bengkulu.

saya memiliki Tablet Samsung GT-P5100, Pemakaian sudah berlangsung 4 Bulan.

Tablet ini dipakai oleh adik saya, ketika tab ingin dipakai kebetulan battrai sedang low, maka di charge oleh adik saya.

namun setelah 1,5 jam ditunggu tablet tidak menyala. padahal sudah di tekan tombol on-off berulang kali.
maka saya simpulkan tablet ini MATOT (Mati Total). maka saya berinisiatif membawa tablet ini ke service center Bengkulu yang terletak di Jl.Nusa Indah.

Dan ketika saya sampai di service center saya kira ada nomer antrian, ternyata tidak ada. lalu saya duduk di dalam ruangan 4X4 Meter. sambil menunggu giliran saya (kebetulan tidak terlalu ramai).

ketika giliran saya, saya ditanya oleh Customer service yang berjaga "ada kendala apa pak?".

lalu saya katakan semua kejadia yang diatas. lalu seseorang teknisi wanta yang duduk di samping CS ini mengambil tab saya dan membawa kedalam ruangan yang tertulis di pintu "Dilarang masuk kecuali Staff". dan keluar sambil menchareger tab saya dan mengatakan "ini arus nya mati pak, sudah saya cek".
lalu teknisi tersebut bertanya "ini seperti nya dalamnya yang rusak pak".

karena saya harus menjaga toko konter HP saya (kebetulan konter saya ditinggal bersama Ibu saya sendiri yang berumur 68Thn dan juga kebetulan karyawan tidak ada, karena saya kira tidak akan lama seperti saya mengurusi claim garansi ke Nokia Care). maka saya saya katakan ke Teknisi wanita tadi "mbak, bisa ditinggal gak? buat dulu surat claim nya lalu besok saya kesini lagi, toko saya soalnya ditinggal".

lalu teknisi nya bilang "gak bisa main tinggal-tinggal aja pak. ini harus di cek, apakah masuk air, atau jatuh. kalau jatuh harus dilihat dulu berapa biayanya".
dalam hati saya "kok belum dicek saja sudah berani bilang kena biaya".

"okelah mbak, coba dicek dulu" saya bilang. Lalu di bukalah sedikit demi sedikit casing Tab ini (walaupun agak kasar cara membuka casing nya, saya tau karena saya juga teknisi Handphone). setelah dibuka casing nya di cek lah komponen2 nya, lalu teknis ngomong "mas, ini kena cairan" sambil menunjuk ke (kaleng) penutup IC di PCB. "kalau mau diservis ini kena biaya 1.2jt pak"

"selama pemakaian tablet ini saya dan adik saya tidak pernah merasa tab ini pernah terkena cairan apa2, apalagi masuk air. karena jika masuk air/cairan ke tab ini otomatis akan ada bekas cairan juga di dalam casing dan melumer ke PCB/IC di mesin" kata saya.

namun teknisi ini yakin bahwa tablet saya masuk air atau cairan. padahal saya sudah katakan saya juga teknisi, dan saya mengerti mana yang terkena cairan atau bukan. "KALAU MEMANG TERKENA CAIRAN PASTI ADA BEKAS DI CASING BAGIAN DALAMNYA" berulang-ulang kali saya katakan...
tapi teknisi ini masih ngotot dengan argumen nya sendiri bahwa tab saya masuk cairan.

karena waktu itu saya sudah ditelepon oleh ibu saya berkali2 karena tidak bisa melayani orang yang ingin berbelanja. maka saya minta tab saya di pasangkan kembali casing nya dan saya urungkan niat saya untuk servis. maka dipasang kembali casing nya dan di berikan stiker hologram Resmi samsung bertulisan "SEIN" pada tab saya.

kekecewaan saya dalam hal ini:

1.Service center tidak menggunakan no.antrian, maka orang dapat menyerobot dengan seenaknya jika ramai pengunjung

2.Teknisi nampak dengan sengaja membuat alasan agar tablet saya tidak dapat di claim garansi dan agar membayar jika ingin tab saya di servis, padahal claim garansi ini kata CS nya masih 1 Tahun lagi.

3.cara penanganannya nampak tidak profesional dilihat cara buka casing yang terlihat kasar. seakan teknisi tidak pernah di edukasi oleh pihak samsung.

4.cara menyampaikan kerusakan device pelanggan tidak jelas, apalagi dengan menggunakan bahasa "teknisi" (tidak semua teknisi handphone).

5.tidak ada Keterangan atau harus menghubungi kemana jika ada keluhan pelanggan dalam sistem servise center domestik.

sekian terima kasih

Fahrozi Anizar


sory klo salah kamar

PIC menyusul yah gan, soalnya lagi rame nih

0 comments: