Searching...
Thursday, June 5, 2014

LUMBA-LUMBA DAN SINGA LAUT MASUK MILITER

11:14 AM
Lumba-lumba dan singa laut tak hanya lucu dan pintar , tapi juga punya kemampuan yang berharga untuk dunia militer. Apa itu? Mereka bisa mendeteksi dan menemukan objek di laut dalam yang gelap - keahlian yang sulit ditiru teknologi apa pun.

Sebenarnya , menggunakan mamalia laut untuk tujuan militer bukan hal baru. Namun , belum lama ini hewan tersebut banyak dimanfaatkan oleh angkatan laut di beberapa negara , seperti Ukraina dan Amerika Serikat.

Lumba-lumba bisa dilatih untuk mencari ranjau bawah laut , entah ranjau yang terkubur di dasar samudra atau mengapung bersama jangkar. Mereka juga bisa menemukan dan mengambil peralatan yang hilang di laut. Canggihnya lagi , lumba-lumba bisa mendeteksi kehadiran penyelam mata-mata.

Lumba-lumba hidung botol jaub lebih baik dari mesin apa pun dalam mendeteksi ranjau , ungkap Paul Nachtigall , kepala program riset mamalia laut di University of Hawaii yang terletak di Kane'ohe Bay.

Lumba-lumba terutama efektif di dekat pantai , ketika deburan ombak dan lalu lintas kapal menimbulkan kebisingan , ujar Nachtigall. Sementara mesin bisa kewalahan dengan sinyal-sinyal ini , lumba-lumba tak akan terusik dan bisa bekerja dengan baik.

Mengapa? Hewan ini memiliki sistem sonar yang hebat. Lumba-lumba memancarkan serangkaian bunyi yang memantul dari objek-objek di lingkungan sekitar. Mamalia tersebut lantas menangkap pantulan bunyi dan membentuk peta akustik dari lingkungan sekitar mereka - kemampuan yang dikenal dengan istilah ekolokasi.

Sementara itu , singa laut , meski tidak memiliki kemampuan sonar , punya penglihatan yang luar biasa. Mereka sangat hebat dalam menemukan benda-benda yang hilang , ujar Nachtigall.

Saat ini , angkatan laut AS memanfaatkan singa laut untuk mencari dan mengambil perlengkapan militer yang tak berbahaya seperti ranjau latih dengan menggunakan moncong mereka. Selain itu , lumba-lumba dan singa laut diteguhkan sebagai petugas patroli yang menangkap penyelam-penyelam berniat jahat.

0 comments: