Searching...
Wednesday, June 4, 2014

Sambut Piala Dunia, Kekuatan Grup C

10:04 AM
Website Bola Terbaru

Siap nonton Piala Dunia 2014?
Berikut kami sajikan kekuatan grup per grup dari sajian http://football-indonesia.net/

Kali ini dari Grup C. Inilah kekuatan yang akan kita temui.

Colombia
Kolombia, Menyambut Pesta di Rumah Tetangga
Radamel Falcao adalah ikon yang akan kita bicarakan dalam artikel ini. Buat yang belum mengenalnya, dia adalah ikon dari negara yang merupakan salah satu perwakilan Amerika Latin.
Kenapa saya membukanya dengan Falcao, mungkin karena tak terlalu banyak yang mengidolai negeri ini di piala dunia kali ini. Membicarakan Falcao mungkin akan lebih mengundang minat cerita antara kita. Kita mungkin akan teringat dengan sepak terjangnya yang ciamik di Atletico Madrid musim lalu, yang kemudian melambungkan harga jualnya saat akhirnya ditarik Monaco musim ini.
Selain nama Falcao, apalagi yang akan mengingatkan kita pada Kolombia? Kehebatan seorang Asprilla telah hilang dalam cengkeraman sang zaman. Pun si gimbal nyentrik Carlos Valderama. Colombia pun tak punya catatan sejarah bertinta emas di piala dunia.
Satu-satunya yang tersisa dari tim asujan Jose Pekerman adalah kisah Escobar yang telah wafat karena kebrutalan fans atau cerita Rene Higuita dengan tendangan kalajengkingnya di masa lalu.
Singkatnya, Kolombia akan maju dengan modal semangat dan tak berembel-embel sejarah. Faktor Falcao tadi kan diperkuat nama Fredy Guarin yang jadi talenta anyar di Intermilan plus beberapa pemain medioker asal Serie A semisal Yepes, Zapata, Cuadrado, dll.
Tim ini mungkin diremehkan, namun jangan lupa, mereka akan bermain di Brazil yang merupakan tetangga mereka sendiri. Tentu medan sudah dikuasai. Mereka akan jadi rersistor yang kuat bagi tim dunia di babak kedua dalam duga saya, karena grup yang lumayan merata seakan akan memberi jalan bagi mereka untuk lolos.
Di atas kertas Yunani, Pantai Gading, dan Jepang akan dapat dilewati dengan mudah. Namun semua itu akan diperberat dengan kemungkinan hilangnya faktor Falcao tadi bila cedera yang menghinggapinya tak segera pulih pada waktunya.
Kita samabut saja sepak terjang Kolombia lebih lanjut.
Skuad Kolombia
Kiper: David Ospina (Nice), Faryd Mondragon (Deportivo Cali), Camilo Vargas (Santa Fe)
Belakang: Mario Yepes (Atalanta), Aquivaldo Mosquera (Club America), Cristian Zapata (AC Milan), Carlos Valdes (San Lorenzo), Amaranto Perea (Cruz Azul), Eder Alvarez Balanta (River Plate), Santiago Arias (PSV Eindhoven), Camilo Zuniga (Napoli), Pablo Armero (Napoli)
Tengah: Carlos Sanchez (Elche), Fredy Guarin (Inter Milan), Abel Aguilar (Toulouse), Aldo Leao Ramirez (Morelia), Juan Fernando Quintero (Porto), Victor Ibarbo (Cagliari), James Rodriguez (Monaco), Macnelly Torres (Al Shabab), Juan Guilermo Cuadrado (Fiorentina), Edwin Valencia (Fluminense), Alexander Mejia (Nacional), Elkin Soto (Mainz)
Depan: Radamel Falcao (Monaco), Carlos Bacca (Sevilla), Adrian Ramos (Hertha Berlin), Luis Fernando Muriel (Udinese), Teofilo Gutierrez (River Plate), Jackson Martinez (Porto)

Yunani
Yunani, Perompak yang Labil
Bila kita membuka Yunani di Google, top search yang muncul di 10 besar tak berbicara soal sepakbola Yunani. Mudah saja, karena Yunani bukanlah sebuah kekuatan sepakbola secara tradisional. Tapi, jangan langsung mengkategorikan negeri ini sebagai klub semenjana semata. Julukan mereka yang bertajuk The Pirate Ship pernah sukses memesona dunia di Piala Eropa Portugal 2004.
Di piala dunia nama Yunani memang belum pernah memberi gebrakan serupa. Jangankan juara. Prestasi tim dari negeri para dewa ini pun hanya baru tampil dua kali, dan ini penampilan mereka yang ketiga. Dalam dua keikutsertaan mereka pada Amerika Serikat 1994 dan Afrika Selatan 2010 lalu juga tim ini hanya bermain di putaran grup saja.
Tapi, merunut pada pencapaian era Otto Rehagel dulu, pelatih kini Fernando Santos tentu berpotensi membangkitkan semangat Yunani dengan cara yang sama. Kala itu, di 2004, tak ada predikat unggulan di tim yang dikomandoi kapten Theodoros Zagorakis, nama-nama seperti Giorgos Karagounis, Angelos Charisteas, Angelos Basinas, dan Antonis Nikopolidis menjelma jadi para demigod sepakbola sebesar Hercules atau Parseus. Nama-nama besar dipecundangi hanya dengan modal pertahanan tangguh dan serangan kilat mematikan.
Kini era itu memang sudah lewat. Kini bukan era Charisteas yang akan bicara. Nama Konstantinos Mitroglou adalah debutan yang akan kita lihat menjadi tombak tim bajak laut ini berlaga. Pun ban kapten akan diusung Giorgos Karagounis sebagai suksesor Zagorakis. Nama-nama kelas menengah juga kali ini beredar sebagai bekal Yunani lewat Giorgios Samaras atau Theofanis Gekas. Kemungkinan permainan serupa satu dasawarsa silam berpotensi diapungkan ke permukaan.
Kolombia, Jepang, dan Pantai Gading semua akan menjadi lawan tangguh yang berimbang untuk Yunani di Brazil nanti di Grup C. Di atas kertas tak ada yang unggul jauh di antara keempatnya. Sebagi wakil Eropa saja yang bisa jadi acuan bila ada yang mengunggulkan Yunani atau karena wakil Conmebol sebagai alasan mengunggulkan Kolombia.
Menarik ditunggu perjuangan para perompak ini, yang sepertinya akan berhadapan dengan tim-tim pekerja keras yang tak akan hanya duduk manis merespons masalah yang datang. Kita sambut kiprah merka di Brazil bulan depan. (ds-ejr).
Skuad Yunani

Kiper: Alexandros Tzorvas (Apollon Smyrnis), Orestis Karnezis (Granada), Panaglotis Glykos (PAOK), Stefanos Kapino (Panathinaikos)

Belakang: Avraam Papadopoulos, Kostas Manolas, Giannis Maniatis, Jose Holebas (all Olympiakos), Sokratis Papastathopoulos (Borussia Dortmund), Giorgios Tzavellas (PAOK), Loukas Vyntra (Levante), Vasilis Torosidis (Roma), Vangelis Moras (Verona), Nikolaos Karabelas (Levante)

Tengah: Alexandros Tziolis (Kayserispor), Andreas Samaris (Olympiakos), Kostas Katsouranis (PAOK), Giorgos Karagounis (Fulham), Panagiotis Tachtsidis (Torino), Ioannis Fetfatzidis (Genoa), Kostas Fortounis (Kaiserslautern), Lazaros Christodoulopoulos (Bologna) Panagiotis Kone (Bologna)

Depan: Dimitris Papadopoulos (Atromitos), Dimitris Salpingidis (PAOK), Giorgios Samaras (Celtic), Konstantinos Mitroglou (Fulham), Theofanis Gekas (Konyaspor), Stefanos Athanasiadis (PAOK), Nikos Karelis (Panathinaikos)


Pantai Gading
Pantai Gading, Dihiasi Bintang
Sabri Lamouchi, pelatih Pantai Gading tentu berdiri jumawa di antara para pelatih tim Arika lain saat memimpin rombongan Pantai Gading ke Brazil bulan depan. Pertama, tim ini punya aura yang superior dari wujud gajah yang tampil di emble kostum mereka. Kedua, tim ini adalah salah satu tim yang beruntung punya banyak nama besar alias bintang, bukan hanya untuk level benua, namun dunia.
Tengok saja, di antara Kamerun, Aljazair, Nigeria, dan Ghana yang jadi representasi Afrika lainnya, tak satupun yang punya materi semenarik para gajah ini. Dari belakang ketiga lini permainan ada nama besar yang muncul. Kita mengenal Kulo Toure di belakang. Di tengah sang saudara, Yaya Toure, akan ambil bagian. Lalu di depan, nama Didier Drogba yang masih mentereng muncul sebagai salah satu penggaransi kesuksesan meeka sejauh ini. Pun ada nama Gervinho dan Salomon Kalao sebagai tambahan.
Nama-nama lain di tim ini memang masih asing, namun punya tim dengan tiga pemain superior yang tersebar di setiap lini adalah keuntungan dalam turnamen yang ketat seperti piala dunia, dengan modal SDM seadanya. Singkatnya, Pantai Gading adalah sebuah ancaman bagi tim lainnya di ajang ini dan bukan penggembira.
Semenjak era Drogba, Pantai Gading memang konsisten sebagai kekuatan terdepan Afrika. Walau tak kunjung juara, di lima gelaran akhir Pantai Gading selalu melangkah jauh, bahkan dua kali menjadi runner up. Di piala dunia pun, hadirnya generasi emas mereka ini membawa Gajah Afrika ini lolos untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah Jerman 2006 dan Afsel 2010. Jadi, melongok pada gerogot umur yang akan menghinggapi para bintang itu, gelaran Brazil 2014 ini bisa jadi ajang terakhir bagi era drogba untuk lebih jauh mencuri perhatian dunia.
Hal ini sedikit dapat diwujudkan mengingat mereka bisa saja lolos untuk pertama kalinya dari fase grup karena lawan mereka cukup seimbang. Hanya ada Colombia, yunani, dan Jepang di Grup C. Maka kita perlu memberi sorot mata kita melihat sejauh mana para gajah ini dapat menyerbu. Kita simak saja. (ds-ejr).

Skuad Pantai Gading

Kiper: Boubacar Barry (Lokeren), Sylvain Gbohouo (Sewe Sport), Ali Sangare Badra (ASEC Mimosas), Sayouba Sande (Stabaek).

Belakang: Kolo Toure (Liverpool), Sol Bamba (Trabzonspor), Didier Zokora (Trabzonspor), Serge Aurier (Toulouse), Arthur Boka (Stuttgart), Benjamin Angoua (Valenciennes), Ousmane Viera Diarrassouba (Caykur Rizespor), Constant Djakpa (Frankfurt), Brice Dja Djedje (Marseille), Jean-Daniel Akpa-Akpro (Toulouse).

Tengah: Yaya Toure (Manchester City), Cheick Tiote (Newcastle), Serey Die (Basel), Max Gradel (Saint Etienne), Diomande Ismael (Saint Etienne), Didier Ya Konan (Hannover), Mathis Bolly (Dusseldorf).

Depan: Gervinho (Roma), Didier Drogba (Galatasaray), Salomon Kalou (Lille), Wilfried Bony (Swansea), Seydou Doumbia (CSKA Moscow), Lacina Traore (Everton), Giovanni Sio (Basel).


Jepang
Jepang, Aksi Samurai yang Mendunia
Sama seperti pembahasan saya atas Korea Selatan, Jepang sebagai saudara serumpun punya pesona yang hampir sama. Di Asia, tim samurai ini adalah salah satu kekuatan yang nyaris dua dekade ini dapat menjaga konsistensinya.
Bicara prestasi memang Jepang kalah dari Korea Selatan. Pun kebudayaan Jepang yang dilirik dunia kini mulai tergerus dan menuju Korea Selatan. Namun bicara materi saat ini, Korea Selatan bisa sedikit minder. Jepang punya dua nama yang diperbincangkan dunia.
Selepas Jung Ahn, Korsel berhenti pada kiprah Park Ji Sung di Manchester United. Namun era itu sudah mulai pudar seiring usia yang mulai menggerogoti sang bintang dan memudarkan kecepatan seorang Park.
Bersamaan dengan perginya Park, pemuda Jepang bernama Shinji Kagawa datang ke Setan merah bersama Van persie waktu itu dan sukses menjadi juara. Walau Kagawa belu sevital Park perannya di United, aksinya di Dortmund dulu belum dilupakan orang dan dipercaya akan sebesar nama Kazuyoshi Miura bahkan Hidetoshi Nakata.
Lalu, nama jago baru lainnya adalah Keisuki Honda yang baru saja bergabung dengan AC Milan. Sosoknya yang penuk percaya diri dan punya kemampuan yang hebat akan jadi mesin penggerak para samurai untuk unjuk gigi pada dunia.
Nama-nama yang beredar di Eropa cukup banyak dan mengimbangi Korea selatan sebagai raja Asia. Yuto Nagamoto telah kita kenal di Intermilan sejak era Mourinho, ada pula Atsuto Uchida, Hiroki Sakai, Gatoku Sakai, Makoto Hasebe, Shinji Okazaki, dan Yuya Osako yang berkiprah di Jerman. Buat pemain domestik, mereka tentu bukan pemain sembarangan, karena level klub Jepang masih yang terbaik di Asia. Dan ingat, sepak terjang ini akan dikomandoi orang Italia yang pernah sukses bersama AC Milan, Alberto Zaccheroni.
Posisi awal mereka dalam pembagian grup juga punya kemiripan dengan Korsel. Di Grup C Jepang akan berhadapan dengan tim berkekuatan merata. Yunani dan Kolombia serta Pantai gading bukanlah kekuatan yang mampu mengintimidasi para samurai Jepang yang kita ketahui punya harga diri tinggi. Menarik disaksikan kekuatan para samurai ini menjatuhkan lawan dengan katana mereka di Brazil nanti. Juga menarik membandingkan pencapaian mana yang terbaik antara Korsel maupun Jepang. (ds-ejr)
Skuad Jepang

Kiper: Eiji Kawashima (Standard Liege/BEL), Shusaku Nishikawa (Urawa Reds), Shuichi Gonda (FC Tokyo)

Belakang: Yasuyuki Konno (Gamba Osaka), Masahiko Inoha (Jubilo Iwata), Yuto Nagatomo (Inter Milan/ITA), Masato Morishige (FC Tokyo), Atsuto Uchida (Schalke/GER), Maya Yoshida (Southampton/ENG), Hiroki Sakai (Hannover 96/GER), Gotoku Sakai (Stuttgart/GER)

Tengah: Yasuhito Endo (Gamba Osaka), Makoto Hasebe (Nuremberg/GER), Toshihiro Aoyama (Sanfrecce Hiroshima), Hotaru Yamaguchi (Cerezo Osaka), Keisuke Honda (AC Milan/ITA), Shinji Kagawa (Manchester United/ENG)

Depan: Yoshito Okubo (Kawasaki Frontale), Shinji Okazaki (Mainz/GER), Hiroshi Kiyotake (Nurnberg/GER), Yoichiro Kakitani (Cerezo Osaka), Manabu Saito (Yokohama F-Marinos), Yuya Osako (1860 Munich/GER)


Sumbernya Ini

http://football-indonesia.net/

Ayo bicara piala dunia di longue dulu.... tak kasih buat komentar okeh.

0 comments: