Searching...
Thursday, June 5, 2014

Sambut Piala Dunia, Kekuatan Grup D

8:43 AM
Website Bola Terbaru

Siap nonton Piala Dunia 2014?
Berikut kami sajikan kekuatan grup per grup dari sajian http://football-indonesia.net/

Kali ini dari Grup D. Inilah kekuatan yang akan kita temui.

Italia
Italia, Bukan Lagi Aktor Kotor
Siapa yang tak akan melirik tim ini bila berbicara persepakbolaan dunia. Tak akan ada habisnya mengikuti aksi tim yang bisa dibilang dibenci tapi dirindu setiap penggemar sepakbola dunia.
Kala liganya mulai ditinggalkan, cerita timnasnya tetap memesona, tengok saja di perhelatan piala eropa dua tahun silam. Tim ini sering limbung kala diunggulkan, namun mendadak perkasa saat tak diperhitungkan. Siapa sangka Prancis bisa dirontokkan lewat kutukan adu penalti delapan tahun silam, namun siapa juga bisa menyangka akan ada empat gol di gawang tim paling kuat pertahanannya sedunia di kala final piala eropa lalu? Tim ini memang tak dapat diprediksi.
Italia kini memang sudah bisa keluar dari momok adu penalti. Kehadiran Buffon di bawah mistar tentu akan melegakan setiap fans. Kecekatannya akan sangat menyamankan para aktor di depannya, terutama Pirlo yang akan tetap jadi aktor utama. Siapa nyana kalau nama ini masih akan tetap menyengat hingga era ini? Amuk Balotelli, Cassano, dan mungkin Giuseppe Rossi akan sangat menarik untuk ditunggu saat Brazil 2014 nanti bergulir.
Yang jelas, Italia kini bukan lagi aktor kotor. Mereka sudah menjelma menjadi tim bertabur bintang pejuang selepas era Totti. Tak ada lagi cerita amarah sang pangeran Roma. Jua tak perlu pesona Del Piero di lapangan hijau, atau erangan diving Inzaghi pemancing penalti. Cesare Prandelli akan sangat bertumpu pada kolektivitas. Tak ada one man show model Roberto Baggio di era ini. Piala Eropa 2012 adalah buktinya. Betapa tim ini bisa memorak-porandakan Jerman dua tahun lalu lewat gol dari Balotelli. Saat itu tak ada aksi mengemis pinalti atau memanaskan suasana dengan emosi. Kolektivitas dan siap menusuk setiap saat jadi pelengkap label catenaceo yang sudah lama melekat.
Italia mungkin tak bisa terlalu jumawa melihat popularitas liganya yang payah, namun ada alasan yang akan membuatnya sangat berbahaya di Brazil kali ini. Usia uzur Pirlo dan Buffon tentu menggandakan semangat Si Biru untuk mencari bintang kelima mereka demi menyusul sang tuan rumah gelaran ini. Namun sebelum semua itu terjadi kita akan menyaksikan bentrok hebat antara Italia kontra Uruguay yang sama perkasa, plus bentrok atas Inggris yang akan sangat sayang bila dilewatkan. Kosta Rika sematalah yang mungkin akan jadi santapan awal tim bintang empat ini.
Mungkinkah Italia akan jadi juara asal Eropa pertama di tanah Latin. Mungkinkah akan ada bintang kelima di seragam Italia di 2018 nanti. Saya rasa mungkin saja. Saat ini tanpa megabintang Italia banyak dianggap biasa dalam gelaran empat tahunan ini. Dan Jerman 2006 sudah menyajikan itu, juara saat mereka tak terlalu diperhitungkan. (ds-ejr).
Skuad Italia

Kiper: Gianluigi Buffon (Juventus), Mattia Perin (Genoa), Salvatore Sirigu (Paris Saint Germain)

Belakang: Ignazio Abate (Milan), Andrea Barzagli (Juventus), Leonardo Bonucci (Juventus), Giorgio Chiellini (Juventus), Matteo Darmian (Torino), Mattia De Sciglio (Milan), Christian Maggio (Napoli), Gabriel Paletta (Parma), Manuel Pasqual (Fiorentina), Andrea Ranocchia (Inter)

Tengah: Alberto Aquilani (Fiorentina), Antonio Candreva (Lazio), Daniele De Rossi (Roma), Claudio Marchisio (Juventus), Riccardo Montolivo (Milan), Thiago Motta (Paris Saint-Germain), Marco Parolo (Parma), Andrea Pirlo (Juventus), Romulo (Hellas Verona), Marco Verratti (Paris Saint-Germain)

Depan: Mario Balotelli (Milan), Antonio Cassano (Parma), Alessio Cerci (Torino), Mattia Destro (Roma), Ciro Immobile (Torino), Lorenzo Insigne (Napoli), Giuseppe Rossi (Fiorentina)


Uruguay
Uruguay, Akankah Tetap Melangit

Masih ingat aksi pemain Uruguay di Senayan medio 2010 lalu, Boaz Salossa dulu sukses menjebol gawang mereka di awal laga. Tapi apa yang terjadi, juara ketiga Piala Dunia 2010 Afsel itu menelan skuad Alfred Riedl 7 gol selepas aksi Boaz.
Kini tim biru langit itu akan kembali berlaga. Walau sedikit dilupakan ketimbang Brazil dan Argentina yang banyak dijagokan orang sebagai kekuatan Latin, Uruguay patut jumawa dengan hasil akhir gelaran piala dunia lalu. Merekalah tim terakhir dari Latin yang bertahan di semifinal.
Kini mereka berlaga di tanah tetangga, yang bisa dikatakan masih sepelemparan tombak dari rumah mereka. Brazil 2014, akankah lebih dari pencapaian di Afsel 2010?
Soal kekuatan, tim ini sungguh patut diperhitungkan. Top skorer BPL dalam wujud Luis Suarez akan jadi penggebrak mumpuni. Inilah penyerang paling diperhitungkan dewasa ini karena mengingatkan akan determinasi pemain sebesar Batistuta atau Vieri. Di sampingnya berdiri nama besar Edinson Cavani dan sang veteran Diego Forlan.
Bila Forlan adalah jagoan 2010, di 2012 ini bisa dikatakan sebagai era Suarez untuk Uruguay.
Kalau di depan hebat, bagaimana dengan lini lainnya? Nampaknya pelatih Oscar Tabarez patut senang karena skuadnya diisi oleh 3 pemain asal Atletico Madrid yang kita ketahui bersama bersinar terang tahun ini. Godin, Gimenez, dan Rodriguez tentu akan membawa aura segar di kubu juaran dua kali piala dunia ini. Plus nama harum kiper jangkung Fernando Muslera. Capten Lugano tentu bersemangat dengan gelaran kali ini.
Ekspektasi penulis adalah tim ini tak hanya jadi penggembira. Selain mungkin menyamai 2010, Uruguay juga berkemungkinan menjuarai turnamen ini. Karena jargon itu asih berlaku, tak ada tim Eropa yang bisa juara di benua Amerika. Kita tunggu saja ledakannya.
Skuad Uruguay

Kiper: Fernando Muslera (Galatasaray/Turkey), Martin Silva (Vasco Da Gama/Brazil), Rodrigo Munoz (Libertad/Paraguay)

Defenders: Diego Lugano (West Bromwich Albion/England), Diego Godin (Atletico Madrid/Spain), Jose Maria Gimenez (Atletico Madrid/Spain), Martin Caceres (Juventus/Italy), Maximiliano Pereira (Benfica/Portugal), Jorge Fucile (Porto/Portugal), Sebastian Coates (Nacional)

Tengah : Egidio Arevalo Rios (Morelia/Mexico), Walter Gargano (Parma/Italy), Diego Perez (Bologna/Italy), Sebastian Eguren (Palmeiras/Brazil), Alvaro Gonzalez (Lazio/Italy), Alejandro Silva (Lanus/Argentina), Alvaro Pereira (San Pablo/Brazil), Cristian Rodriguez (Atletico Madrid/Spain), Gaston Ramirez (Southampton/England), Nicolas Lodeiro (Botafogo/Brazil)

Depan : Luis Suarez (Liverpool/England), Edinson Cavani (PSG/France), Diego Forlan (Cerezo Osaka/Japan), Cristian Stuani (Espanyol/Spain), Abel Hernandez (Palermo/Italy)

Cadangan : Andres Scotti (Nacional), Alvaro Fernandez (Gimnasia La Plata), Gonzalo Castro (Real Sociedad)


Inggris
Inggris : Asa Tiga Singa Tanpa Megabintang
Bila kita berbicara tentang sepakbola level tim nasional di era lalu, maka Inggris diperhitungkan menyangkut nama-nama besar yang ada di dalamnya. Tengok saja beberapa aksi mereka di beberapa gelaran Piala Dunia dan Piala Eropa. Negeri Pangeran Charles yang punya banyak konfederasi di Fifa ini bila kita mengingat gabungan Inggris Raya tentu punya potensi lebih besar jika disatukan. Namun sebagaimana kita ketahu, yang jauh menonjol tetap Inggris dengan Salib Merah di kain putih, disbanding Skotlandia, Irlandia, atau Wales.
Bicara soal Inggris yang di atas saya urai, kita tentu akan dengan mudah menyebut punggawanya yang banyak berseliweran di TV lewat gelaran Liga Inggris atau BPL saat ini. Dengan propaganda yang mendunia, nama besar Manchester United, Liverpool, Chelsea, atau Arsenal tentu membawa nama bintang berderet di skuad Inggris.
Sebut saja dulu Allan Shearer dari Newcastle begitu besar namanya; Man United punya Beckham, Neville, dll; atau punggawa Arsenal semisal Tony Adams sampai Sol Cambell. Seiring eksploitasi dunia dalam pengembangan liga oleh FA yang mengijinkan banyaknya bintang asing lintasnegara bahkan lintasbenua, BPL kini diisi oleh banyak legion asing yang mulai menyita perhatian.
Maka belakangan mulai muncul krisis minimnya talenta local di timnas Inggris. Tim tiga singa ini mulai membentuk diri tanpa kualitas merata dari segi popularitas. Mengingat di dunia kini Messi dan Ronaldo yang jadi buah bibir, Inggris seperti tak punya potensi besar dari sisi individu pemainnya. Roy Hodgson yang sudah merancang skuat kembali memunculkan situasi minim nama besar di daftarnya. Selepas kupasan atas nama Gerrar, Lampard, atau Rooney; yang akan ikut memperkuat Inggris tinggallah bintang muda yang belum menyita perhatian dengan sinar redupnya.
Singkat kata, Inggris akan ke Brazil tanpa nama besar. Kalau sudah begini, yang diharapkan adalah permainan cantik yang betul-betul menonjolkan kolektivitas dan non-individu. Kita tunggu saja sejauh mana auman Tiga Singa yang harus kolektif menerkam mangsanya kali ini. Selamat dating Inggris di Piala Dunia 2014. Semoga keberuntungan mengikuti mereka tidak saja di saat babak tostosan menanti, tapi juga lewat kontroversi yang gol hantu yang sudah di antisipasi Fifa dengan teknologi garis gawang. Lampard, hajar lagi gawang lawanmu!
Kiper: Fraser Forster (Celtic), Ben Foster (West Bromwich Albion), Joe Hart (Manchester City).
Belakang: Leighton Baines (Everton), Gary Cahill (Chelsea), Phil Jagielka (Everton), Glen Johnson (Liverpool), Phil Jones (Manchester United), Luke Shaw (Southampton), Chris Smalling (Manchester United).
Tengah: Ross Barkley (Everton), Steven Gerrard (Liverpool), Jordan Henderson (Liverpool), Adam Lallana (Southampton), Frank Lampard (Chelsea), James Milner (Manchester City), Alex Oxlade-Chamberlain (Arsenal), Raheem Sterling (Liverpool), Jack Wilshere (Arsenal).
Depan: Rickie Lambert (Southampton), Wayne Rooney (Manchester United), Daniel Sturridge (Liverpool), Danny Welbeck (Manchester United).
Cadangan: John Ruddy (Norwich City), Jon Flanagan (Liverpool), John Stones (Everton), Michael Carrick (Manchester United), Tom Cleverley (Manchester United), Andy Carroll (West Ham United), Jermain Defoe (Toronto FC).

Kosta Rika
Kosta Rika, Ancaman Tanpa Nama
Satu lagi nama negara antah-berantah yang akan ikut piala dunia. Costa Rika, adalah sebuah negara dari Amerika Utara yang akan ikut ambil bagian di samping nama familiar seperti Amerika Serikat, dan Meksiko.
Tak beda dengan negaranya, Rika Jorge Luis Pinto sang pelatih akan menangani nama-nama asing di telinga pencinta bola dunia. Nama-nama asing ini tentu meringankan tugas sang pelatih, karena tak ada ekspektasi lebih lanjut atas sepak terjang mereka.
Bryan Ruiz, nama asing yang justru jadi bintang utama Kosta Rika akan berjuang menghadapi kejamnya nasib yang menempatkan mereka diimpitan Uruguay, Italia, dan Inggris dalam Grup D Piala Dunia Brazil 2014. Namun tak ada yang tak mungkin bukan? Menjadi yang terkecil bukan berarti habis sebelum perang.
Tentu Kosta Rika tak akan menyia-nyiakan kelolosan mereka ini dengan tanpa perjuangan. Singkat saja, mari kita tunggu ancaman tanpa nama besar Kosta Rika. Mungkinkah akan menjadi kuburan, atau mereka yang jadi The Giant Slayer? Menarik ditunggu.
Skuad Kosta Rika

Kiper: Goalkeepers: Keilor Navas (Levante), Patrick Pemberton (Alajuelense), Daniel Cambronero (Herediano)

Belakang: Johnny Acosta (Alajuelense), Giancarlo Gonzalez (Columbus Crew), Michael Umana (Saprissa), Oscar Duarte (Brugge), Waylon Francis (Columbus Crew), Heiner Mora (Saprissa), Junior Diaz (Mainz), Christian Gamboa (Rosenborg), Roy Miller (Red Bull New York), Kendall Waston (Saprissa)

Tengah: Celso Borges (AIK), Christian Bolanos (Copenhaguen), Oscar Esteban Granados (Herediano), Michael Barrantes (Aalesund), Yeltsin Tejeda (Saprissa), Diego Calvo (Valerenga), Jose Miguel Cubero (Herediano), Carlos Hernandez (Wellington Phoenix)

Depan: Alvaro Saborio (Real Salt Lake), Bryan Ruiz (PSV Eindhoven), Joel Campbell (Olympiacos), Randall Brenes (Cartagines), Marco Urena (Kuban Krasnodar)




Sumbernya Ini

http://football-indonesia.net/

Ayo bicara piala dunia di longue dulu.... tak kasih buat komentar okeh.

0 comments: